KAMPAR - Bupati Kampar Ahmad Yuzar meminta agar pembagian hewan kurban tahun 2026 tidak hanya terpusat di daerah ramai atau perkotaan. Ia ingin hewan kurban lebih banyak disalurkan ke desa-desa pelosok yang selama ini minim bahkan belum memiliki hewan kurban sama sekali.
Hal itu disampaikan Ahmad Yuzar saat memimpin rapat persiapan Hari Raya Idul Adha tingkat Kabupaten Kampar, Senin (11/5/2026), bersama seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kampar.
Menurutnya, semangat berkurban akan terasa lebih manfaatnya jika disalurkan ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan sampai di satu tempat hewan kurbannya banyak, tapi di desa lain malah tidak ada sama sekali. Kalau ada desa yang minim kurban, apalagi belum ada, itu yang harus diprioritaskan,” kata Ahmad Yuzar.

Ia mencontohkan laporan dari Kecamatan Kampar Kiri Hulu, di mana masih ada desa yang belum memiliki hewan kurban, seperti Desa Ludai dan Muara Bio.
“Kalau di sana belum ada kurban, ya kita arahkan ke sana. Lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga meminta para camat aktif melaporkan kondisi di wilayah masing-masing agar distribusi hewan kurban bisa tepat sasaran.
Tak hanya mengimbau, Ahmad Yuzar mengaku dirinya juga akan berkurban di desa yang minim hewan kurban.
“Kalau penduduknya banyak dan kurbannya masih sedikit, bisa ditambah satu atau dua ekor lagi. Nanti dikoordinasikan dengan pengurus masjid,” katanya didampingi Wakil Bupati Mishari dan Pj Sekda Ardi Mardiansyah.
Selain soal kurban, rapat tersebut juga membahas rencana pawai takbir malam Idul Adha yang dipastikan tetap digelar tahun ini.
Wakil Bupati Kampar Misharti bahkan mengusulkan agar peserta pawai takbir terbaik diberi penghargaan agar suasana Idul Adha semakin semarak.
Dalam rapat itu juga dibahas jumlah hewan kurban dari 31 OPD dan sejumlah perusahaan di Kabupaten Kampar.