Rabu, 6 Safar 1442 H | 23 September 2020

Info

PEKANBARU - Lagi dan lagi Riau dihebohkan dengan informasi kemunculan sang raja rimba tidak jauh dari akses transportasi masyarakat umum. Kondisi ini menarik perhatian instansi terkait untuk mengambil langkah cepat di lapangan.

Hal itu diimplementasikan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim, Rabu (11/12/2019) ke lokasi yang diinformasikan. Tepatnya di Desa Karya indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar tersebut.

Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro mengatakan, pihaknya langsung menurunkan tim ketika mendapatkan laporan dari warga. Hanya saja, kondisi jejak mulai hilang terkena siraman hujan.

“Ya kita sudah turunkan tim. Jadi tim kita ataupun pihak Desa tidak ada menerima laporan keberadaan jejak satwa liar, hanya berupa jejak,” paparnya.

Kendati demikian, pihaknya bersama stakeholder terkait terus berupaya mengantisipasi konflik yang dapat timbul antara manusia dengan satwa liar. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada warga yang berada disekitar lokasi jejak yang di duga merupakan harimau.

Di sekitar lokasi yang diinformasi ditemukan jejak harimau telah dilakukan pemasangan himbauan di 3 titik. Yakni di Jalan Kijang Putih KM.7 disekitar Perum Panorama Pasir Mas, Jalan Kartini KM.6 disekitar Perumahan BSD dan Jalan Rajawali KM.9 di sekitar Perum Indah Lestari.(MCR/mz) 

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait