Rabu, 3 Ramadhan 1442 H | 14 April 2021

PEKANBARU: Wakil Gubernur Riau, Raja Mambang Mit minta agar konflik yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Hal ini sangat perlu agar konflik tersebut jangan terus bertambah besar dan merugikan kedua pihak.

Hal itu diungkapkannya terkait terjadinya konflik antara masyarakat di Batang Kumuh, Kabupaten Rokan Hulu, dengan perusahaan yang ada di sana. Dalam konflik ini, sempat terjadi aksi anarkis di antara pihak yang bertikai tersebut.

Menurut Mambang, konflik ini terjadi karena belum adanya penyelesaian tapal batas antara provinsi Riau dengan provinsi Sumatera Utara di Batang Kumuh itu. "Belum adanya penyelesaian   batas inilah yang menjadi sumber terjadinya konflik," ujarnya.

Namun seandainya kedua belah pihak mau menyelesaikan masalahnya dengan jalan musyawarah dan mufakat, maka pertikaian atau konflik ini tentunya dapat dicegah. "Tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah," tandas Mambang lagi.

Karena itu, Mambang minta kepada Bupati Rokan Hulu untuk bisa segera menyelesaikan konflik ini secepat mungkin dengan cara musyawarah. Kedua belah pihak yang berkonflik harus diajak berunding dalam satu meja untuk mencarikan jalan penyelesaiannya.

Mambang juga minta kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan prefentif agar masalah yang timbul tidak semakin membesar. "Kita tentunya tidak mau masalah ini terus membesar yang pada akhirnya menimbulkan banyak korban," tambahnya lagi.(MC Riau/ad)

Video

Gubernur Riau Melantik Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (Wantikda) Provinsi Riau

Pelantikan Penjabat Bupati Indragiri Hulu

Gubernur Riau Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita Terkait

Jokowi Minta Sistem Pembinaan Atlet Nasional Direview Total

Kamis, 10 September 2020 | 00:44:11 WIB

Gubri Saksikan Haornas ke 37 Secara Virtual

Kamis, 10 September 2020 | 00:19:31 WIB