Kamis, 17 Jumadil Akhir 1443 H | 20 Januari 2022

TASIK PUTRI PUYU - PT Riau Andalan Pulp and Papper (RAPP) terus menunjukkan komitmen untuk maju dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah konsesinya. Saat ini sedikitnya ada 10 kontraktor lokal di wilayah konsesi HTI Pulau Padang dibina perusahaan kertas itu.

Manager RAPP Estate Pulau Padang, Marzum Hamid, kepada sejumlah wartawan di Sungai Hiu, Desa Tanjung Padang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Sabtu (30/11) kemarin mengungkapkan, para kontraktor tempatan yang bekerjasama dengan perusahaan itu, umumnya diberikan kepercayaan untuk menyuplai kebutuhan operasional.

“Setidaknya ada 10 kontraktor tempatan di seluruh wilayah konsesi Pulau Padang. Seperti penyediaan tenaga kerja di nursery Tanjung Padang ada 32 pekerja tempatan lokasi ini menghasilkan 500 ribu bibit perbulan. Di Sei Kuat menghasilkan 1 juta bibit perbulan,” ungkap Marzum, didampingi Media Relation, Disra Alldrick dan Mulya Adhithia.

Dengan beroprasinya PT RAPP di Pulau Padang, tapi tidak sedikit masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan bekerja di areal konsesi RAPP ini.

Seperti pengakuan Nurhayati, salah seorang warga suku Asli (Akit) mengaku cukup terbantu dengan keberadaan RAPP. Ibu dua anak ini sudah bekerja dengan RAPP hampir 7 bulan. “Saya sangat terbantu, gaji cukup,” ujar Nurhayati.

Isteri dari Abu Yunatan (pekerja bangunan) mengaku dibayar Rp 52 ribu perhari. Sebelumnya Ia mengaku berkerja sebagai pembuat atap daun, namun ini tidak menjanjikan sebab selain harga murah, atap daun juga tidak sering dipesan (dibeli) orang.

“Saya ke sini (nursery, red) hampir 2 kilometer, di sini saya bekerja dengan tenang. Saya juga senang ada perusahaan ini, yang jelas bisa bekerja. Selama ini bikin atap, dengan adanya perusahaan kita bisa terbantulah,” tambah Nurhayati.

Selain itu, juga diakui Dodi, warga Sei Hiu. Dodi mengaku kerja dengan RAPP sudah sejak lama. Ia juga mengaku terbantu dengan diterimanya sebagai pekerja. “Kita tidak usah munafiklah bang, kita terbantu dengan semua ini, yang jelas bisa mencari makan untuk keluarga,” kata Dodi.

Sebelumnya Auzar (37) warga dusun 3 Sei Hiu Desa Tanjung Padang, ini juga merasakan manfaatnya. Auzar yang merupakan salah satu kontraktor (labor supply, planning, water manajemen (wm), tukang ukur kayu (tuk) dan cs) di Pulau Padang ini juga merasa sangat terbantu. Malah Auzar mengungkapkan 80 persen warga Dusunnya merasakan manfaat RAPP dengan diterima sebagai pekerja di RAPP.

“Kita kerja, ekonomi terbantu. Warga kita 80 persen kerja dengan RAPP. Kita merasa terbantu dengan RAPP,” kata Auzar.

Ketika disinggung terkait upah yang mereka terima, Auzar mengaku mereka menerima upah sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2013. Namun mereka juga mengaku tidak diam begitu saja. Sebab selalu mengecek tentang kenaikan upah untuk tahun 2014, jika memang sudah naik Auzar mengaku tidak segan melayangkan surat ke perusahaan.

“Kita kan sering nonton tv bang, kalau ada kenaikan upah kita akan surati perusahaan untuk menyampaikan kenaikan itu. Kalau sekarang kita masih terima UMK tahun 2013,” katanya lagi. (MC Riau/san)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Jokowi Minta Sistem Pembinaan Atlet Nasional Direview Total

Kamis, 10 September 2020 | 00:44:11 WIB

Gubri Saksikan Haornas ke 37 Secara Virtual

Kamis, 10 September 2020 | 00:19:31 WIB