Kamis, 15 Jumadil Awwal 1444 H | 08 Desember 2022

Pekanbaru-Saat ini seluruh pelajar dan masyarakat Riau tidak sulit  lagi untuk bisa dalam membaca dan menulis ejaan Arab Melayu.  Pasalnya sudah ada metode praktis dan cepat untuk memahami atau belajar yang diciptakan oleh Yayasan Gahara Muda Sehati. 

Ini terungkap dalam salah satu stand yang ada di Pameran Perpustakaan di Gedung Pustaka Soeman HS Kota Pekanbaru.Disampaikan oleh Safri Rais, Bendahara Yayasan Gahara Muda Sehati, metode yang diberikan dengan menciptakan buku panduan atau diktat cara menulis dan membaca ejaan Arab Melayu. 

Kemudian juga ada sistim panduan digital dimana dslam menulis ejaan Arab Melayu bisa dengan menggunakan komputer.  Ini dengan menggunaka Software ke komputer.

"Buku penuntun dan software yang kita buat merupakan muatan lokal yang sudah sesuai dengan kurikulum 2010 dan tertuang pada Pergub nomor 72 tahun 2015.  Khusus untuk software sudah mendapatkan hak paten dari Kemenhumkam", sebutnya sembari menjamin kalau sudah pandai iqra' hanya memerukan waktu singkat untuk bisa baca tulis Arab Meayu.

Dikatakan juga, buku penuntun yang diberikan merupakan rujukan dari kaidah sistim penulisan Arab Melayu dari tokoh-tokoh tata bahasa terkenal yang ada zaman dahulu seperti Raja Ali Haji, Ali Kodir Al Mansyur dan lainnya. 

"Buku panduan yang kita berikan tidak saja bisa baca tulis Arab Melayu tapi juga menetahui tatakrama, sopan santun, budaya Melayu dan lainnya", jelas Syafri lagi.

Diakui juga, pihaknya juga melakukan bimbingan secara gratis terhadap guru-guru dengan harapan bisa dikembagkan pada anak didiknya. 

"Sekarang kita sudah masuk ke sekolah-sekolah di 9 Kabupaten/Kota se Riau", tambahnya dengan mengakui untuk saat ini pihaknya baru memiliki buku penuntun untuk Sekolah Dasar yang dapat dibeli di Yayasan Jala Tapah Pekanbaru.

Disampaikan juga, buku penuntun ini bisa dijadikan sebagai salah satu bahan mengajar di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Provinsi Riau sebagai muata lokal. 

Ini terutama ditengah kelangkaan buku pelajaran sejenis, bahkan LAM Riau berharap buku ini bisa bermanfaat baik sebagai bahan pembelajaran huruf Arab Melayu maupun sebagai pemahaman awal tentang nilai dan khasanah budaya melayu di Riau. (MC Riau/Ch)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Wagubri: Kelompok Remaja Potensial Terjangkit HIV\AIDS

Rabu, 07 Desember 2022 | 15:56:30 WIB

BMKG : Hujan dan Petir Berpotensi Sambangi Wilayah Riau

Rabu, 07 Desember 2022 | 09:40:02 WIB

Realisasi Keuangan APBD Riau 76,64 Persen

Selasa, 06 Desember 2022 | 20:18:42 WIB

Harga Jual CPO dan Kernel Alami Kenaikan

Selasa, 06 Desember 2022 | 15:29:27 WIB

Sah, Dewan Setujui Retribusi Daerah Menjadi Perda

Senin, 05 Desember 2022 | 18:54:12 WIB

Gubri Sampaikan Enam Kebijakan Utama APBN 2023

Senin, 05 Desember 2022 | 17:27:36 WIB

Gubri Ajak Jaga Negeri dari Maksiat, Agar Jauh dari Bencana

Senin, 05 Desember 2022 | 17:18:58 WIB

Selama 2022 Pemprov Riau Keluarkan 42 Izin Perceraian

Senin, 05 Desember 2022 | 12:14:04 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG : Hujan Berpotensi Mengguyur Riau

Senin, 05 Desember 2022 | 08:40:09 WIB