PEKANBARU - Setelah dilantik menjadi Gubernur Riau periode 2014-2019, Annas Maamun berjanji tidak akan memboyong pejabat dari Kabupaten Rokan Hilir untuk menjabat di pemerintahan provinsi dan akan tetap memakai pejabat lama.
Telah menjadi pembicaraan publik seperti kebiasaan yang dilakukan oleh Kepala Daerah sejak Annas dilantik melakukan mutasi di jajaran pemerintahannya. Khususnya pada jabatan strategis seperti Sekdaprov Riau dan menduduki Satuan Kerja (Satker) yang mengelola banyak anggaran Pemda.
Gubernur Riau, Annas Maamun yang baru 2 jam berkantor, Kamis (20/2), menegaskan bahwa ia tidak akan menarik pejabat dari Rokan Hilir (Rohil) ke Pemprov Riau. Selain itu, tak akan ada nepotisme dalam masa kepemimpinannya.
Namun, terang Annas Maamun, jika ada anggota yang dibawa, paling dari pegawai rendah saja. Ia juga mengaku, ada membawa salah satu pejabat karena langsung meminta kepadanya.
"Anak saya ada dua yang saya bawa. Tapi, itu kan pegawai rendah saja. Selain itu, ada yang langsung meminta dan memohon kepada saya, tapi hanya satu orang," kata mantan Bupati Rokan Hilir itu, usai melakukan sidak ke beberapa Satker di Lingkungan Pemprov Riau. (MC Riau/art)