Rabu, 14 Jumadil Awwal 1444 H | 07 Desember 2022

SELATPANJANG - Api pada kebakaran lahan perkebunan di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sudah bisa dikandalikan oleh masyarakatm namun hingga saat ini tercatat sekitar 30 hektar kebun sagu milik masyarakat hangus dibakar api.

Kepala Desa Tanjung Pisang, Seliyanto, kepada wartawan, Rabu (26/2), mengatakan pihaknya bersama masyarakat pada siang dan malam hari berjaga di lokasi kebakaran untuk mengawal api agar tidak menjalar lebih luas lagi ke kebun dan lahan warga yang lainnya.

"Meski kebakaran hutan dan lahan sudah dapat dikendalikan dan saat ini hanya tinggal asap, tapi masyarakat Desa Tanjung Pisang tetap berjaga-jaga. Pasalnya, kebakaran di lahan gambut masih berpotensi memunculkan api, meski sebelumnya sempat dipadamkan, apalagi musim panas dan berangin seperti sekarang," ujarnya.

Api yang sudah terkendali, ungkapnya, merupakan berkat kerja keras masyarakat dan semua pihak dalam menangani kebakaran yang terjadi sejak beberapa hari lalu di desa itu. "Apinya memang sudah padam. Tapi kita terus berjaga, takut nantinya api membesar lagi," ungkap Kades.

Kades memperkirakan, akibat kebakaran tersebut sekitar 30 lebih hektar kebun sagu milik masyarakat habis terbakar. "Lebih kurang 30 Ha. Kebanyakan lahan kebun sagu milik masyarakat," tuturnya. 

Salah seorang pemilik lahan perkebunan sagu, Azmi, juga mengakui hal yang sama. Sejak beberapa hari ini, dirinya terus berjaga di sekitar lokasi kebakaran. "Saya hanya pulang makan saja. Beberapa hari ini, siang sampai tengah malam saya berjaga, takut kebun habis terbakar," akunya.

Pria yang akrab disapa Emi ini menuturkan, bahwa mereka memang sempatkesulitan mengatasi kebakaran, karena sulitnya mendapatkan sumber air serta peralatan untuk memadamkan api. Akan tetapi, mereka tidak kehabisan usaha, bersama masyarakat mereka membuat pembatas api agar tidak merembet ke lahan yang belum terbakar.

"Mau tidak mau, kami harus standby dan dengan peralatan seadanya kami mengawal api. Sebab, kalau hanya berdiam diri saja, maka habislah kebun kami," tutur Emi yang juga guru SD di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu. (MC Riau/san)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Jokowi Minta Sistem Pembinaan Atlet Nasional Direview Total

Kamis, 10 September 2020 | 00:44:11 WIB

Gubri Saksikan Haornas ke 37 Secara Virtual

Kamis, 10 September 2020 | 00:19:31 WIB