Sabtu, 26 Jumadil Akhir 1443 H | 29 Januari 2022

SELATPANJANG - Tuntutan 20 eks karyawan PT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bengkalis di Selatpanjang, Bantar dan Tanjungsamak (saat ini 3 daerah tersebut masuk ke dalam Kabupaten Kepulauan Meranti) terkait pembayaran gaji mereka dikabulkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pekanbaru.

Berdasarkan putusan hakim pada 13 Desember 2013 yang lalu, mewajibkan pihak PDAM Bengkalis untuk membayar gaji serta pesangon yang menjadi hak 20 karyawan PDAM Bengkalis. Meski demikian, mereka harus bersabar, karena pihak PDAM Bengkalis mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Harsono yang merupakan kuasa pendamping bagi 20 orang mantan karyawan PDAM itu mengatakan, putusan hakim PHI sudah vonis dan memenangkan tuntutan karyawan pada 13 Desember 2013 yang lalu. Pihaknya juga menerima surat putusan hakim tersebut dengan nomor: 73/G.2013/PHI.PBR tertanggal 7 Januari 2014.

“Artinya kita sudah memiliki kekuatan hukum untuk mendapatkan apa yang menjadi hak 20 eks karyawan PDAM Bengkalis,” jelas Harsono, Kamis (27/2/14) kemarin via seluler.

Namun sambungnya, pihak PDAM tidak puas dengan putusan tersebut dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. “Meski demikian, kami optimis bisa memenangkan kasus ini di tingkat MA nanti,” sebut Harsono.

Dijelaskan Harsono, sebelum membawa permasalahan ini ke jalur hukum, pihaknya sudah menempuh jalur mediasi. Namun beberapa kali melakukan mediasi, selalu gagal menemukan kata sepakat, karena PDAM tidak bersedia mengabulkan permintaan karyawan.

Pada bulan Mei 2013 lalu pihaknya sudah melakukan mediasi dan bertindak sebagai mediator adalah Disnaker Bengkalis. PDAM hanya bersedia membayar Rp 40 juta kepada 20 karyawan tersebut, dan kemudian menambahkan jumlahnya menjadi 100 juta rupiah.

“Kita tolak, karena jumlah tersebut sangat tidak memadai. Disnaker merekomendasikan kepada PDAM agar PDAM membayar Rp 1 Milyar, namun rekomendasi itu tidak dijalankan PDAM. Oleh karena itu kita menempuh jalur hukum,” sebut Harsono.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, persoalan ini muncul ketika pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga Pemkab Bengkalis menyerahkan aset PDAM yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, baik fisik maupun aset sumber daya manusianya. Namun hingga saat ini PDAM Bengkalis belum memberikan surat PHK kepada 20 karyawan tersebut. Sehingga status mereka menjadi tidak jelas, namun mereka tidak mendapatkan uang pesangon maupun gaji dan sejumlah tunjangan lainnya.

Dengan keputusan hakim PHI yang mengabulkan sebagian dari tuntutan 20 karyawan tersebut, seakan memberikan harapan. Dalam putusan hakim tersebut PDAM Bengkalis diharuskan membayar uang gaji 20 orang karyawan dengan jumlah total Rp 738.741.720 dan uang pesangon sejumlah Rp 1.048.733.999.

Salah seorang dari 20 karyawan PDAM, Robby warga jalan Gelora Selatpanjang menyambut baik keputusan hakim tersebut, namun ia merasa kecewa dengan PDAM, yang masih mengajukan kasasi ke MA.

“Nasib kami seperti dipermainkan PDAM. Padahal sudah jelas hakim memenangkan kami pada kasus ini, harusnya PDAM punya rasa belaskasihan kepada kami. Kami sudah lama hidup dalam ketidakpastian. Harus berapa lama lagi kami menunggu, kami punya keluarga, istri, anak, orang tua yang menjadi tanggungan kami. Terus terang kami kecewa ketika PDAM mengajukan tuntutan ke MA, dimana hati nurani pihak PDAM,” ucapnya dengan nada kesal. (MC Riau/san)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Jokowi Minta Sistem Pembinaan Atlet Nasional Direview Total

Kamis, 10 September 2020 | 00:44:11 WIB

Gubri Saksikan Haornas ke 37 Secara Virtual

Kamis, 10 September 2020 | 00:19:31 WIB