Sabtu, 26 Jumadil Akhir 1443 H | 29 Januari 2022

MERBAU - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Malaysia, PT EMP Malacca Strait SA (MSSA) memberikan bantuan air layak minum untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi di Desa Bagan Melibur dan Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Kepala Humas Energi Mega Persada (EMP), Heru Hardono,kepada pers, Jumat (28/2)  mengatakan, bantuan air layak minum sebanyak 3.000 liter per hari tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kian keringnya sumber air bersih di masyarakat. Bantuan ini mulai disalurkan sejak 1 Februari 2014 dan terus berlangsung hingga sekarang.

“Perusahaan berharap, hal ini dapat membantu kebutuhan air bersih masyarakat di saat kondisi kurang baik seperti sekarang ini,” katanya.

Seperti diketahui, sebagian wilayah Provinsi Riau termasuk Pulau Padang di Kabupaten Kepulauan Meranti, tengah mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Kondisi ini semakin buruk akibat ketiadaan hujan.

Kemarau panjang ini menyebabkan sumur, sungai dan parit di sekitar permukiman warga mengering. Sehingga, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih.

Sumur masyarakat yang berupa air gambut pun sudah banyak yang kering. Sedangkan air hujan yang menjadi andalan untuk memasak dan minum sudah dua bulan lebih tidak turun.

Semua itu mengakibatkan masyarakat di Desa Bagan Melibur dan Kelurahan Teluk Belitung terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan air bersih. Karena, air galon isi ulang harganya mencapai Rp14.000 per galon dan besar kemungkinan akan mengalami kenaikan harga.

Meskipun EMP Malacca Strait memiliki program water maker Aqura, namun produksinya hanya mampu memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat. Hal ini terjadi karena kemarau panjang membuat persediaan air baku menipis.

Aqura merupakan salah satu program CSR anak perusahaan Bakrie Group ini di bidang ekonomi. Water maker ini memproduksi air dengan harga Rp8.000 per galon agar terjangkau oleh masyarakat sekitar.

Sholat Istisqa

Minggu (23/2) lalu, para pekerja di Kurau Base Camp melakukan Sholat Istisqa, untuk meminta rahmat dari Allah SWT agar diberikan nikmat hujan. Hal ini merupakan bentuk tawakal kepada Allah di samping berikhtiar.

"Kita berdoa, semoga musim kemarau segera berakhir dan musim penghujan segera tiba. Sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi serta kebutuhan air bersih untuk masyarakat kembali terpenuhi,” pungkas Heru. (MC Riau/san)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Jokowi Minta Sistem Pembinaan Atlet Nasional Direview Total

Kamis, 10 September 2020 | 00:44:11 WIB

Gubri Saksikan Haornas ke 37 Secara Virtual

Kamis, 10 September 2020 | 00:19:31 WIB