Senin, 19 Rabiul Awwal 1443 H | 25 Oktober 2021

PULAU MERBAU - Kemarau yang melanda Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, membuat masyarakat Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau kesulitann dalam memenuhi kebutuhan air bersih, bahkan saat ini mereka terpaksa mengonsumsi air redang atau air dari tanah gambut yang berwarna kemerah-merahan tanpa dimasak.


Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Kuala Merbau, Ibrahim kepada wartawan, Sabtu (1/3) kemarin. "Kami sudah dilanda kemarau kurang lebih 3 bulan lamanya. Sumur-sumur dan persediaan air hujan sudah kering kerontang. Untuk minum kami terpaksa minum air redang mentah," katanya.


Air redang tersebut sengaja dikosumsi masyarakat tanpa dimasak, karena jika dimasak air tersebut akan terasa asam. Meskipun tidak mengetahui apakah kualitas air tersebut layak untuk diminum dan memenuhi kesehatan, mereka terpaksa mengambil resiko itu.


"Kalau sehat atau tidak air itu, kita tak pasti. Tapi, sejauh ini belum ada kita merasakan keluhan sakit akibat minum air redang mentah itu. Kita juga terpaksa, kalau memang ada air yang memang layak tentu kita maunya minum air yang sehat," kata Ibrahim.


Hal senada disampaikan juga oleh Rustam, "Biasanya kita minum air hujan yang dimasak, tapi sudah 3 bulan tak hujan, dan persediaan air masyarakat pun sudah habis, mau tak mau kita harus minum air redang, hanya itu yang tersedia di sini," kata dia.


Ditambahkan Rustam, untuk mendapatkan air redang itu pun, mereka terpaksa menempuh jarak kurang lebih 4 kilometer ke tempat sumber air redang yang tak hanya dipergunakan untuk minum, namun juga untuk keperluan mandi dan cuci.


"Hampir seluruh sumur rumah masyarakat disini kering semua. Ada yang berair tapi bercampur lumpur airnya berwarna abu-abu, yang tidak bisa diendapkan lagi. Jadi, meskipun jauh jaraknya yang mencapai 4 kilometer, kita terpaksa mengambil air disana," ujarnya.


Rustam maupun Ibrahim berharap, desanya segera memiliki pengolahan air bersih, agar dimusim kemarau mereka masih bisa mengkosumsi air yang layak minum.


"Desa cuma ada 1 sumur bor, itupun kami harus antri. Kami berharap ada sumber air bersih yang bisa digunakan masyarakat tanpa harus antri berlama-lama," kataRustam. (MC Riau/san)

Info Lainnya

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Menyambut Kedatangan Paskibraka Nasional Utusan Prov Riau

Penyusunan Dan Pembahasan Rancangan APBD T.A 2022 secara Virtual

Upacara Peringatan HUT Ke-76 RI di Halaman Gedung Daerah Provinsi Riau

Pelepasan Merdeka Ekspor Komoditi Pertanian oleh Presiden RI secara

Jokowi Minta Sistem Pembinaan Atlet Nasional Direview Total

Kamis, 10 September 2020 | 00:44:11 WIB

Gubri Saksikan Haornas ke 37 Secara Virtual

Kamis, 10 September 2020 | 00:19:31 WIB