Selasa, 21 Safar 1443 H | 28 September 2021

ROKAN HULU - Untuk mendukung program pertanian padi sawah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, khsusnya di Kecamatan Rambah dan Rambah Samo, Bupati Achmad berjanji akan membanguan Cekdam Irigasi Okak-Batang Samo-Kaiti (Osaka).

"Karena, irigasi termasuk sebagai pendukung utama pertanian bagi petani padi sawah di kawasan Kecamatan Rambah Samo," kata Bupati Rohul, Drs  Achmad MSi, Rabu (5/3) sore dihadapan Kepala Desa Rambah, Muda Eko Rudi Handoko dan masyarakat saat kujungan kerja (kunker) Bupati Rohul dan Ketua PKK Rohul Maghdalini Achmad, di Desa Rambah Utama Kecamatan Rambah Samo.

Bupati mengatakan, dalam tahun anggaran 2014 ini, pembangunan Cekdam akan dilaksanakan, karena Kecamatan Rambah Samo termasuk lumbung beras di Rohul, dan tentunya harus ada perhatian serius dari pemerintah.
"Kami upayakan, pada tahun ini dibangun Cekdam, karena daerah itu pemasok pangan pangan di Rohul  khusunya untuk Desa Rambah Muda yang merupakan Desa terluas di Rohul yang melaksanakan tanaman padi persawahan," kata Bupati Achmad.

Sementara itu Kades Rambah Muda, Eko Rudi Handoko menyampaikan, meskipun sudah banyak program Pemkab Rohul yang terealisasi di Desa Rambah Muda, namun untuk pembangunan Cekdam Irigasi perlu dilakukan tahun ini, sehingga program pemerintah dalam pertanian sawah dapat berjalan dengan baik, khususnya di Desa Rambah utama umumnya di desa-desa lainnya.

"Kami memohon ke Bupati Rohul, agar tahun ini hendaknya bisa membangun Cekdam tersebut, sebab itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat Rohul," kata Rudi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Rohul, Ir Sri Hardono MM mengaku, di kawasan Rambah Samo luas tanaman persawahan capai 1200 hektar, sedangkan di Kecamatan Rambah seluas 1000 hektar. Dimana kedua kecamatan tersebut, termasuk penyumbang bahan pangan komoditi beras untuk Rohul.

"Terkait pembangunan Cekdam, kita juga akan melakukan koordinasi konstruktif dengan bidang pengaraian, Dinas Bina Marga dan Pengaraian (DBMP) Rohul, sebab itu berkaitan dengan jaringan irigasi primer dan skunder, sedangkan kita hanya mengelola untuk alira ke sentra-sentra pertanian masyarakat," jelas Sri Hardono.

Sri Hardono juga mengatakan, jika tahun 2016 lalu target produksi pertanian bisa dicapai 66 ribu ton untuk gabah kering panen, maka di tahun 2014 ini ditargetkan bisa panen padi sawah sebanyak 72 ribu ton.

"Dimana untuk rata-rata petani khususnya di Desa Rambah Muda, mereka bisa menghasilkan sebanyak 3 sampai 4 ton beras Inpari 4 per hektarnya, sementara kegiatan musim panennya selam 3 kali per tahunnya," ujar Sri Hardono. (MC Riau/hr)

Video

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Berita Terkait

BKSDA Riau Evakuasi Siamang dari Pasutri di Rohul

Kamis, 29 Juli 2021 | 13:18:20 WIB

4 Nakes Pinere RSUD Rohul Terpapar COVID-19

Ahad, 27 Juni 2021 | 11:11:07 WIB

Warga Rokan Hulu Antusias Ikuti Vaksinasi Massal

Ahad, 27 Juni 2021 | 10:43:55 WIB

SK Pj Bupati Rohul Masih Diproses di Kemendagri

Senin, 17 Mei 2021 | 14:38:17 WIB