Rabu, 17 Rabiul Akhir 1442 H | 02 Desember 2020
Operasi Penertiban PETI Kuansing Resmi Dihentikan

TELUK KUANTAN - Kegiatan operasi terbuka penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, resmi dihentikan dengan ditandai digelarnya upacara penutupan Operasi PETI SIAK 2014, Sabtu (8/3) di halaman parkir Stadion Sport Center Kuansing, Teluk Kuantan.

Upacara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Riau, Brigjend Pol Condro Kirono bersama sejumlah pejabat Polda Riau, Bupati Kuansing Sukarmis, Ketua DPRD Kuansing Muslim, S.Sos, M.Si, Kapolres Kuansing, AKBP Bayuaji Irawan bersama seluruh pejabat di jajaran Polres Kuansing serta sejumlah pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan Pemkab Kuansing.

Bupati Kuansing selaku Inspektur upacara dalam pidatonya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang tergabung dalam operasi tersebut.

Menurut orang nomor satu di Kuansing ini, jauh sebelumnya Pemkab Kuansing sudah melakukan upaya untuk menghentikan aktifitas tambang ilegal ini, baik dengan memberikan himbauan, sosilaisasi dan sebagainya.

Untuk itu kedepan dirinya berharap masyarakat tidak mengulangi perbuatan ilegal yang sangat jelas-jelas merusak lingkungan ini. "Kalau dihitung-hitung, biaya reklamasi lahan bekas tambang ini lebih besar dari hasil yang didapat. Ini seharusnya disadari oleh masyarakat," ujarnya.

"Janganlah merugikan kepentingan masyarakat banyak demi kepentingan sendiri atau kepentingan sesaat," kata Sukarmis.

Selanjutnya, Kapolda Riau dalam arahannya mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan ini lebih dikatakan sebagai tugas kemanusiaan."Ya, ini yang kita lakukan adalah tugas kemanusiaan," tuturnya.

Betapa tidak, apa yang dilakukan ini sebut Kapolda demi menyelamatkan lingkungan dan kehidupan masyarakat."Limbah dari PETI ini sangat jelas bisa merusak kesehatan, begitu juga dengan kerusakan lingkungan. Sekarang memang belum begitu terasa dampaaknya. Tapi ini akan muncul sekian tahun bahkan puluhan tahun yang akan datang. Jadi ini harus dihentikan," kata Kapolda.

Sementara itu, Kapolres Kuansing selaku komandan operasi dalam laporannya mengatakan bahwa waktu pelaksanaan operasi dilaksanakan selama 12 hari yaitu dimulai sejak 26 Februari dan berakhir pada 8 Maret. Selama operasi pihaknya sudah melakukan pemusnahan sebanyak 405 unit kapal PETI.

Adapun tim yang tergabung dalam operasi tersebut kata Kapolres terdiri dari personil Brimob Polda Riau, satuan Polairud Polda Riau, Personil Polres Kuansing, anggota TNI Kodim Inhu-Kuansing, dan Satpol PP Pemkab Kuansing. (MC Riau/us)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

Memakai Masker Juga Pahlawan

Selasa, 10 November 2020 | 23:29:18 WIB

Di Tengah Pandemi, Petani Kuansing Penen Raya Padi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 11:24:04 WIB

Lagi Bekerja di PETI, Pelajar Tewas Tertimbun Pasir

Senin, 28 September 2020 | 12:01:33 WIB

RSUD Teluk Kuantan Masih Rawat 5 Pasien Covid-19

Kamis, 09 Juli 2020 | 13:11:57 WIB

Seorang Warga di Kuansing Positif Covid-19

Selasa, 07 Juli 2020 | 18:20:31 WIB

Satu Keluarga di Kuansing  Positif Covid-19 

Jumat, 03 Juli 2020 | 19:35:00 WIB

Hasil Rapid Test Sekdakab Kuansing Nonreaktif

Jumat, 03 Juli 2020 | 18:41:38 WIB