BENGKALIS - Puluhan hektar kebun karet milik masyarakat di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan dan Desa Temiang, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis, Riau, musnah terbakar, bahkan hingga Senin (10/3) api terus meluas dan membakar sejumlah area perkebunan di sekitarnya, walau upaya pemadaman terus dilakukan warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)-Damkar Bengkalis.
Sementara di Desa Apiapi, Kecamatan Bukitbatu, api melahap perkebunan sawit, setidaknya sudah 10 hektar ludes. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Bantan Tengah menghanguskan sekitar 30-an hektar kebun karet milik masyarakat.
Demikian juga di Desa Temiang, Bukitbatu, dilaporkan tidak kurang 60 hektar kebun karet warga juga terbakar, dimana api berasal dari desa tetangga, Desa Api-api berpindah ke Temiang karena tiupan angin kencang pada Minggu (9/3) sore.
“Waktu saya ke desa Bantan Tengah si jago merah tengah membakar kebun karet masyarakat disana. Kebakaran yang terjadi cukup besar, dikhawatirkan bila tidak cepat ditangani akan membakar kebun disekitarnya yang bisa menghanguskan pokok karet warga di Bantan Tengah,” kata Hendri B, warga Kota Bengkalis yang sedang berada di Bantan Tengah, Senin (10/3).
Menurut Hendri, lahan yang terbakar sudah melebihi 30 hektar dan kemungkinan bisa bertambah apabila pemadaman tidak cepat dilakukan. Musim kemarau panjang juga merupakan kendala utama pemadaman karhutla saat ini, karena kanal-kanal di semua tempat mulai kekeringan.
Karhutla di Desa Temiang Kecamatan Bukitbatu terjadi sejak, Senin pagi kemarin. Diduga api yang membakar perkebunan karet masyarakat disana berasal dari tiupan angin yang bergerak dari Desa Api-Api, dimana karhutla di desa Api-api sendiri sudah terjadi sejak sebulan lebih.
“Api mulai merembet ke Desa Temiang. Api menbakar kebun dan batang karet warga disini. Lokasi yang terbakar lumayan luas, mencapai 60-an hektar karena angin kencang api bergerak cepat membakar kebun-kebun tersebut,” ungkap Hidayatullah, warga Desa Temiang.
Warga Temiang sudah berupaya secara swadaya untuk memadamkan api. Akan tetapi musim kering yang terjadi membuiat warga kewalahan melakukan pemadaman karena jarak mengambil air dengan lokasi kebakaran cukup jauh dan pemadaman menjadi tidak maksimal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Muhammad Jalal mengakui kalau timnya sudah mendapat informasi soal karhutla yang terus terjadi. Pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak, karena langkah pemadaman menggunakan pompa air sudah tidak efektif, ditambah sulitnya menjadi sumber air sekarang ini.
“Mau bagaimana lagi, kita sudah berupaya melakukan pemadaman di lokasi kebakaran. Tetapi kebakaran trus meluas, di kecamatan Bukitbatu, Siak Kecil, Bantan, Bengklalis hingga Mandau dan Rupat. Satu-satunya solusi saat ini hanyalah membuat hujan buatan, namun itupun terkendala,” ujar Jalal pasrah.
Ditambahkan Kepala BPBD-Damkar didamingi Kabid Damkar, Suiswantoro, saat ini Tim Damkar Bengkalis dibantu anggota Brimob yang di-BKO-kan di lokasi Karhutla, fokus memadamkan kebakaran di Desa Apiapi.
“Tim pemadam dibantu Brimob melakukan pemadaman di Apiapi. Sejauh ini api memang belum berhasil dipadamkan secara total, mengingat cuaca cukup panas, hembusan angin juga kuat ditambah lahan yang terbakar terdiri dari lahan gambut,” jelas Jalal.
Regu pemadam sedikit terbantu, karena di lokasi Karhutla tim masih menemukan sumber air yang bisa digunakan untuk pemadaman. Ditanya soal titik api, kata Jalal selain di Api Api titik api baru muncul di wiayah Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, pihaknya masih melakukan pemetaan untuk segera melakukan pemadaman.
“Laporannya baru kita terima barusan, titik koordinat pastinya belum kita ketahui. Makanya perlu kita petakan terlebih dahulu, apakah lokasi karhutla bisa ditempuh dengan jalur darat atau kemungkinan ada sumber air,” paparnya.
Selain di dua lokasi tersebut, saat ini titik api juga terpantau beberapa titik di pulau Rupat. Sedangkan di pulau Bengkalis sendiri, sebelumnya Karhutla terjadi di sekitar Waduk Wonosari dan Jalan Bantan, namun sudah berhasil dipadamkan. (MC Riau/din)