Sabtu, 20 Rabiul Akhir 1442 H | 05 Desember 2020

RENGAT - Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Evi Irma Junita menyatakan penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di daerah ini terus meningkat seiring kabut asap kebakaran lahan yang kian menebal.

Kepada pers, Rabu (12/3), di Rengat mengatakan, pihaknya tidak bisa menentukan apakah kualitas udara akibat kabut asap sudah masuk dalam kategori berbahaya atau belum, sebab Dinas Kesehatan tidak memiliki alat untuk mengukur kualitas udara.
 
“Namun kalau kita lihat secara nyata di lapangan, kabut asap di Inhu ini sudah tidak sehat dan dapat membahayakan kesehatan. Ini dibuktikan semakin banyaknya warga yang terserang ISPA dan penyakit lainnya akibat kabut asap,”kata Evi.
 
Menurut Evi, berdasarkan data yang disampaikan Puskesmas se Inhu, sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2014, jumlah penderita ISPA di Kabupaten Inhu mencapai 2.035 orang. Jumlah tersebut meningkat cukup tinggi jika dibanding kondisi cuaca normal yang rata-rata terjadi 1.500 kasus ISPA per bulan.
 
“Kalau kasus ISPA ini sudah meningkat hingga 100 persen dari biasanya, itu sudah masuk kategori luar biasa. Tetapi berdasarkan data ini, belum masuk kategori luar biasa untuk kasus ISPA,” katanya.

Selain ISPA, kabut asap yang menyelimuti wilayah Inhu juga menyebabkan penyakit lainnya seperti Asma 42 kasus, Pheunomia 4 kasus, iritasi mata 65 kasus dan iritasi kulit 129 kasus.

“Yang paling rentan terserang penyakit akibat kabut asap antara lain bayi, balita dan anak-anak, ibu hamil dan usia lanjut,” katanya.
 
Karena itu, Evi berharap warga dapat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi resiko terserang penyakit akibat kabut asap yang semakin tebal. Kalaupun harus keluar rumah disarankan menggunakan masker.
 
“Saya menyarankan dalam kondisi kabut asap yang tebal seperti saat ini, agar pelaksanaan apel ataupun senam bagi pelajar termasuk juga PNS yang dilaksanakan di luar ruangan ditiadakan untuk sementara waktu, sebab resiko terserang penyakit akibat kabut asap akan semakin besar,” ujarnya.
 
Evi juga mengimbau kepada seluruh warga yang mulai merasakan terserang penyakit akibat kabut asap agar segera berobat ke puskesmas maupun ke pustu terdekat. “Saat ini stok obat untuk pasien penderita ISPA dan penyakit lain akibat kabut asap tersedia di seluruh puskesmas maupun pustu,” ujarnya. (MC Riau/ana)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

BPBD Riau Turunkan Personil Bantu Korban Banjir Inhu

Jumat, 13 November 2020 | 18:05:30 WIB

SK Penlok Jalan Tol Rengat-Jambi Sudah Ditekan Gubernur Riau

Selasa, 10 November 2020 | 12:04:00 WIB

Kematian Akibat Covid-19 di Inhu Terendah di Riau

Ahad, 25 Oktober 2020 | 21:00:24 WIB

Danrem 031/WB Dampingi Aster Panglima TNI Kunker ke Inhu

Selasa, 29 September 2020 | 16:54:46 WIB

Positif Covid-19 di Inhu Hanya 25 Kasus

Ahad, 20 September 2020 | 13:13:22 WIB

BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu di Indragiri Hulu

Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:55:38 WIB

Diskes Riau Serahkan Bantuan Obat dan APD ke Inhu

Ahad, 23 Agustus 2020 | 13:43:50 WIB

Alat Medis untuk Covid-19 di Inhu Ikut Ludes Terbakar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 22:40:17 WIB

Gudang Instalasi Farmasi Diskes Inhu Terbakar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 16:44:25 WIB

27.020 Orang di Riau Sudah Rapid Test

Senin, 22 Juni 2020 | 14:31:03 WIB