Ahad, 6 Syawwal 1445 H | 14 April 2024

PELALAWAN - Meski beberapa pekan lalu kabut asap telah mulai hilang, namun sejak dua hari terakhir polusi itu kembali muncul akibat masih ditemukannya sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua kecamatan yang ada Pelalawan, Riau, yakni Kecamatan Bunut dan Kerumutan.

Informasi ini dibeberkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Pelalawan, Abu Bakar FE SSos M.Ap, Kamis (27/3) lewat sambungan telepon.

"Benar, saat ini kembali ditemukan 7 titik api yang muncul dan terjadi didua kecamatan yakni kecamatan Bunut dan kecamatan Kerumutan kabupaten Pelalawan, sehingga menyebabkan kembali munculnya kabut asap tipis. Dan akibat Karhutla ini, puluhan hektar lahan telah hangus terbakar dilalap api," katanya.

Namun demikian, kata dia lagi, saat ini tim telah turun dikedua lokasi untuk berupaya melakukan pemadaman api disejumlah titik api akibat Karhutla tersebut.

Dijelaskan Abu Bakar, untuk titik api dikecamatan Bunut, pihaknya menemukan 6 titik api yang membakar puluhan hektar lahan yang terdapat didesa Ransang kecamatan Bunut. Sedangkan untuk wilayah Kerumutan, ditemukan 1 titik api yang sangat luas didesa Desa Air Hitam, yang juga telah membakar serta menghanguskan puluhan hektar lahan didaerah tersebut.

"Kami masih belum dapat memastikan berapa hektar luasan lahan yang terbakar didua lokasi. Ya, kalau menurut prediksi saya, untuk wilayah Bunut, luasannya mencapai 25 hektar. Sedangkan untuk wilayah Kerumutan mencapai 50 hektar. Tapi ini masih prediksi saja, dan belum data pastinya.

Untuk itu, saat ini saya bersama 30 anggota personil pemadam kebakaran BPBPKD Pelalawan masih berada di Desa Ransang kecamatan Bunut, untuk melakukan upaya pemadaman sejumlah titik api dan memastikan berapa hektar luasan lahan yang telah terbakar didesa tersebut," kata dia.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Kerumutan, katanya, titik api yang ditemukan di Desa Air Hitam, tengah ditangani oleh Tim satgas dari TNI, Polri dan instansi terkait.

"Untuk wilayah Kerumutan ini, kita tidak ikut membantu pemadaman api, karena tim dari BPBD Pelalawan hanya fokus pada pemadaman api diwilayah Kecamatan Bunut," katanya.

Disinggung terkait upaya dan kendala dalam pemadaman sejumlah titik api dilokasi, mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Pelalawan ini mengungkapkan, bahwa upaya dalam pemadaman api telah dilakukan tim dengan berbagai cara salah satunya melalui water booming dengan menggunakan helikopter.

Namun upaya melalui udara ini menurut dia masih belum maksimal, sehingga dilakukan operasi melalui darat. "Sedangkan upaya pemadaman api melalui operasi darat, masih sangat banyak ditemukan kendala dan halangan seperti jauhnya jangkauan titik api dari lokasi yang sulit dilalui kendaraan," tandasnya.

Selain itu, lanjut Mantan Sekretaris Disdik Pelalawan ini, banyak sumber air yang telah mulai mengering, menyebabkan tim kesulitan mendapatkan air.

Sedangkan khusus 6 titik api yang ditangani di Desa Ransang, Kecamatan Bunut, katanya, hanya dapat dilakukan pemadaman didua titik api saja.

"Sementara itu, empat titik api lagi, masih belum berhasil kami padamkan akibat adanya kendala tersebut. Namun demikian, kami bersama tim masih tetap berada
dilokasi dan terus berusaha untuk memadamkan api, karena motto kami yakni "pantang pulang sebelum padam"," paparnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Syamsul Anwar SH MH mengatakan, saat ini di Pelalawan terpantau 4 hotspot yakni 2 di Desa Lubuk Kembang Bunga kecamatan Ukui, 1 di Desa Pangkalan Tampoi Kerumutan dan 1 tidik di Desa Kuala Panduk Kecamatan Kerumutan. (MC Riau/lin)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

KPU Pelalawan Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Sabtu, 10 Februari 2024 | 22:31:24 WIB

Rumah Dinas Kadis di Pelalawan Jadi Posko Banjir

Senin, 15 Januari 2024 | 07:52:41 WIB

Ngungsi di Posko Banjir, Warga: Kami Sangat Diperhatikan

Ahad, 14 Januari 2024 | 20:25:59 WIB