Sabtu, 23 Rajab 1442 H | 06 Maret 2021

TELUK KUANTAN - Jumlis Aprianto, pemuda asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mewakili Indonesia untuk mengikuti program magang bidang pertanian NAEC Niagata di Niagata Jepang selama delapan bulan.

Pemuda asal Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kuansing ini berhasil mengikuti program tersebut setelah berhasil lolos seleksi yang dilakukan Kementrian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu.

Jumlis Aprianto yang merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Pekanbaru itu akan mengikuti program itu bersama lima pemuda lain dari Indonesia, masing-masing M Jufri dari Kabupaten Gowa dan M Sabran dari Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan.

Kemudian Supriadi dan Abdul Basri dari Palu, Provinsi Sulawesi Tengah serta I Putu Gede Oka Prabawa dari Provinsi Bali, demikian informasi yang dirangkut tim mediacenter.riau.go.id, Senin (31/3).

Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing, Ir Maisir. "Syukur Alhamdulillah Jumlis lolos, dia mewakili Indonesia tidak hanya Kuansing dan Riau karena seleksi dilakukan secara nasional, bahkan untuk Sumatera hanya Jumlis yang lolos, lainnya dari Sulawesi dan Bali," ujar dia.

Menurut Maisir, untuk mengikuti program ini tidaklah mudah. Pertama peserta diseleksi di Balai Pelatihan milik Kementan yang ada di Provinsi Jambi, setelah itu kembali mengikuti seleksi di Balai Besar Penelitian Pertanian (BBPP) Kementan Ketindang di Kabupaten Malang Jawa Timur dari tanggal 1 sampai dengan 30 Oktober 2013 dan terakhir mengikuti orientasi di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementan yang ada di Ciawi Jawa Barat dari tanggal 27 Maret - 10 April 2014.

Dijelaskan Maisir, selama di Niagat Jepang yang terkenal sebagai kawasan pertanian di Negeri Matahari Terbit itu, Jumlis Aprianto dan rekan-rekannya akan ditempatkan di rumah penduduk.  

Dari tempat ini Jumlis dan rekan akan melihat dan ikut serta bersama penduduk yang ditempatinya untuk mengelola areal pertanian.

"Sebab di Niagata ini untuk 50 hektare lahan pertanian hanya dikelola oleh satu orang, karena itu Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementan memilih Niagata sebagai tempat magang, dengan harapan mereka dapat mengembangkan pengalaman yang didapat nanti setelah pulang di kampung halaman masing-masing dalam menggarap lahan pertanian yang ada," ujarnya.

Karena itu, kata Maisir, dirinya berpesan kepada Jumlis Aprianto untuk mempelajari mekanisasi atau peralatan yang digunaka petani Jepang dalam menggarap lahan.
"Karena kemampuan satu orang petani disana menggarap lahan 50 hektare tak terlepas dari peralatan pertanian," kata dia lagi.

Pihaknya meminta Jumlis untuk mendata jenis peralatan dan harga, karena kalau tidak demikian, sesampai di kampung halaman juga tidak akan bisa diterapkan, karena ilmu dan pengalaman yang diperoleh harus didukung sarana dan prasarana.

Sementara mengenai penunjukkan Jumlis, ujarnya, karena yang bersangkutan dinilai memiliki keberhasilan dalam mengelola areal pertanian miliknya dengan usaha peternakan yang Ia geluti.

"Jumlis berhasil memanfaatkan produksi pertaniannya menjadi pakan untuk ternak-ternak miliknya, sehari-hari Ia memelihara ternak namun juga mengelola pertanian. Dua bidang ini Ia kelola menjadi saling dukung mendukung," ujar dia lagi.

Maisir juga memotivasi Jumlis untuk semangat mengikuti program tersebut, pasalnya selama di Jepang tentu terdapat kendala, baik budaya, agama dan makanan.

"Untuk ibadah misalnya, tentu sebagai mayoritas non muslim akan kesulitan. Tetapi Kami percaya pemerintah Jepang sudah memberikan masukan kepada rumah tangga Jepang yang akan menerima Jumlis soal adanya hormat menghormati ibadah," ujarnya.

Disamping itu tentu saja, kata Maisir, keberhasilan Jumlis Aprianto ini dapat memotivasi pemuda Kuansing yang lain untuk bersemangat menimba ilmu demi kemajuan.

"Kami harapkan kedepan ada "Jumlis-Jumlis" baru bidang pertanian yang mampu membanggakan Kuansing," pungkas Maisir. (MC Riau/us)

Video

Gubernur Riau Hadiri Peletakan Batu Pemecah Gelombang Kearifan Lokal Di Pantai Wisata Raja Kecik

Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021

Terimakasih Pemerintah Provinsi Riau (Bapak.Gubernur Riau :Drs.H.Syamsuar,M.Si)

Berita Terkait

580 Personel Polres Kuansing Divaksinasi

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:33:02 WIB

BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu di Kuansing

Jumat, 18 Desember 2020 | 17:29:58 WIB

Memakai Masker Juga Pahlawan

Selasa, 10 November 2020 | 23:29:18 WIB

Di Tengah Pandemi, Petani Kuansing Penen Raya Padi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 11:24:04 WIB

Lagi Bekerja di PETI, Pelajar Tewas Tertimbun Pasir

Senin, 28 September 2020 | 12:01:33 WIB

RSUD Teluk Kuantan Masih Rawat 5 Pasien Covid-19

Kamis, 09 Juli 2020 | 13:11:57 WIB

Seorang Warga di Kuansing Positif Covid-19

Selasa, 07 Juli 2020 | 18:20:31 WIB

Satu Keluarga di Kuansing  Positif Covid-19 

Jumat, 03 Juli 2020 | 19:35:00 WIB

Hasil Rapid Test Sekdakab Kuansing Nonreaktif

Jumat, 03 Juli 2020 | 18:41:38 WIB