Sabtu, 20 Rabiul Akhir 1442 H | 05 Desember 2020

E&IB Bangun Dunia Usaha dan Pendidikan Sambut AFTA 2015

PEKANBARU - Forum Education & Industrial Board (E&IB) Provinsi Riau menggesa DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Pendidikan) serta meminta semua pihak agar tidak sekedar mewacanakan dan retorika saja, tapi harus benar-benar mengkongkritkan "link and match" antara dunia usaha dengan dunia pendidikan yang ada di daerah ini.

"Karena suka tidak suka, AFTA  (ASEAN Free Trade Area)2015 sudah di depan mata. Kajian ini menjadi pusat perhatian dan skala prioritas dari Pengurus E&IB yang baru saja terbentuk," kata Ketua Forum E&IB Riau, Peri Akri, SE,MM kepada pers lewat pesan elektronik yang diterima, Senin (7/4).

Forum E&IB beraudiensi dengan Ketua dan Dewan Pengurus APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Provinsi Riau Helfried Sitompul di Kantor Apindo serta Pengurus KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Riau yang diterima Wakil Ketua Kadin Riau, Caidir di Kantor Kadin Jalan Sudirman Riau.

Peri Akri yang didampingi Wakil Ketua Yudha Bakti, dan Kepala Humas E&IB, Ir Nurul Huda, MH kepada pers menjelaskan, kunjungan kepada dua lembaga yaitu APINDO dan KADIN Riau adalah bentuk roadshow dan program dari E&IB kepada para stakeholder (pemangku kepentingan) dunia usaha, yang sebelumnya juga dilakukan kepada dunia pendidikan, dan akan tetap terus berjalan seiring waktu tanpa henti, yang merupakan bentuk pengejawantahan dari eksistensi, visi dan misi E&IB Riau.

"Kami menganalisis saat ini ada kegelisahan pada Dunia Pendididikan dan Dunia Usaha, disatu sisi duania usaha gelisah karena tamatan dunia pendidikan yang diterimanya relatif harus dia training ulang ditempat kerja sebelum ditempatkan di lapangan sudah pasti butuh cost (biaya) lagi bagi perusahaan," katanya.

Sementara dunia pendidikan menurut dia juga  gelisah kenapa tamatan mereka tidak dapat diterima secara meyakinkan di dunia usaha.

Hal ini menurut dia, terjadi dimungkinkan karena kurangnya "link and match" antara dunia usaha dengan dunia pendidikan.
"Apalagi mengingat Tahun 2015 Indonesia akan memasuki  area perdagangan bebas ASEAN yaitu AFTA  (ASEAN Free Trade Area), yang menuntut Indonesia harus siap berkompetisi dalam perdagangan bebas berbagai komoditi termasuk  tenaga kerja," katanya.

Bagi masyarakat Riau, kata dia, hal ini tidak boleh lalai dan berdiam diri lagi, jangan salahkan nanti jika tamatan dunia pendidikan di dearah ini hanya akan jadi penonton, kalah bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Sejalan dengan Ketua E&IB, Ketua APINDO Riau, Helfried Sitompul menyampaikan, fakta yang ada saat ini, dunia usaha tidak akan mungkin berfikir mundur atau menunggu tamatan dunia pendidikan untuk penyesuaian "link and match"  Ibarat kenderaan, akselari dunia usaha akan terus cepat dan berkembang sesuai dengan perkembangan ekonomi dunia.

Contoh kasus, kata dia, di daerah Duri, Kabupaten Bengkalis, beberapa perusahaan butuh tenaga welder (las) dengan gaji Rp7,5 juta/bulan.

Akan tetapi, kata dia lagi, karena selama ini dunia pendidikan tidak pernah melakukan analisis tamatannya dengan kebutuhan dunia kerja, maka tamatan-tamatan SMK yang punya sfesifikasi dan jurusan welder ini luput dari kurikulumnya.

"Sehingga ketika perusahaan butuh tenaga welder dengan gaji Rp7,5 juta/bulan tersebut, payah mendapatkannya. Kalupun ada, harus pakai (ditambah) dibujuk yang bergaji Rp 7,5 juta/bulan tenaga welder tersebut. Ini fakta!," demikian Helfried menyampaikan.

Turut hadir dalam audiensi pengurus E&IB adalah Johan Ridarto (Disperindag Riau), Dwi Gusneli (Kepala SMKN 2), Novyandre (Training Manger ATC Riau). MC Riau/fazar

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

BPBD Riau Petakan TPS Rawan Banjir

Rabu, 02 Desember 2020 | 14:16:22 WIB

BPBD Riau: Banjir Kampar Diprediksi pada Desember-Januari

Kamis, 26 November 2020 | 13:51:18 WIB