Ahad, 16 Zulhijjah 1442 H | 25 Juli 2021

PEKANBARU - Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan dari 3 kota di Provinsi Riau, yakni Kota Pekanbaru, Dumai, dan Tembilahan pada Maret 2014 menunjukkan adanya inflasi sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 111,52.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, inflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai 0,24 persen, diikuti oleh Pekanbaru 0,15 persen. Sedangkan Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,09 persen. Adapun tingkat inflasi year on year (inflasi Maret 2014 terhadap Maret 2013) sebesar 7,76 persen.

Inflasi di Provinsi Riau terjadi akibat peningkatan indeks harga pada 6 kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,71 persen, diikuti kelompok kesehatan (0,59%), kelompok sandang (0,44%).

Kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,33%), kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,07%), dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,11%).  Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,46 persen.

Adapun komoditas utama pada kelompok ini yang menjadi penghambat laju inflasi adalah cabe merah, bawang merah, daging ayam ras, beras, jeruk, ayam hidup, ikan patin, tomat sayur, cabai rawit, dan sebagainya.

Di Kota Pekanbaru, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah kue kering berminyak, minyak goreng, rokok kretek filter, ikan serai, udang basah, ikan lele, daging ayam ras, ikan patin, ikan tongkol, sewa rumah, dan sebagainya.
Sedangkan di Kota Dumai andil terbesar datang dari air kemasan, ikan kembung, sandal kulit wanita, celana panjang jeans pria, kangkung, minyak goreng, sewa rumah, sepeda motor, dan sebagainya.

Untuk Tembilahan, inflasi terjadi dari komoditas udang basah, ikan kembung, emas perhiasan, the manis, minyak goreng, ketimun, baju kaos anak, kacang panjang, jeruk, dan sebagainya.

Inflasi umum bulanan yang terjadi di Provinsi Riau pada Maret 2014 memiliki trend perubahan yang tak jauh berbeda dengan inflasi nasional.

Sebagian besar kota-kota IHK di Indonesia mengalami inflasi (45 kota dari 82 kota IHK), dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke (1,15%), Tarakan (0,99%), dan Jayapura (0,68%).
Berdasarkan urutan inflasi dari 82 kota tersebut, Kota Dumai berada pada urutan ke 23, Pekanbaru urutan ke 33, dan Tembilahan pada urutan ke 50.

Untuk wilayah lain di Sumatera sendiri, dari 23 kota yang melakukan penghitungan IHK, sebanyak 7 kota mengalami inflasi dan 16 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,59 persen, Dumai 0,24 persen, Jambi 0,22 persen, serta Pekanbaru dan Tanjung Pinang masing-masing 0,15 persen.

Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu Pangkal Pinang sebesar 1,76 persen, Tanjung Pandan 1,03 persen, dan Metro 1,02 persen. Dengan demikian, berdasarkan urutan inflasi wilayah Sumatera, inflasi di Dumai berada di urutan ke 2, Pekanbaru urutan ke 4, dan urutan kesembilan untuk Tembilahan. (MC Riau/as)

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

92 Truk Ditilang Selama Tiga Hari Razia Tim Gabungan

Jumat, 23 Juli 2021 | 19:28:32 WIB