Sabtu, 20 Rabiul Akhir 1442 H | 05 Desember 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
ist

RENGAT - kapolres Indragiri Hulu meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar istilah Pribumi harusnya di hilangkan.Menurutnya istilah tersebut merupakan dikotomi penjajah untuk memisahkan  dan memecah belah masyarakat saat masa penjajahan dahulu. "Lebih baik istilah tidak lagi didengungkan karena perbedaan itulah yang menyatukan kita,  tegasnya. 

Hal itu disampaikannya dalam pelaksanaan giat Coffee Morning dan silaturrahmi tatap muka dan diskusi Sat Binmas Polres Inhu dengan para Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas) serta elemen masyarakat lainnya termasuk camat, lurah dan kepala desa se kecamatan Rengat dan Rengat Barat. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Kadis Kesbang Pol Inhu,  Adri Bahar. 

Menurutnya,  hal ini disampaikan karena memang sejauh ini banyak cara cara pihak pihak yang tidak bertanggungjawab berusaha untuk membuat kegaduhan ditengah masyarakat dengan membawa isu isu terkait pada Sara yang tentunya mereka sangat menginginkan adanya perpecahan ditengah masyarakat dan kata pribumi bisa menjadi senjata ampuh bagi mereka. 

Dihimbaunya juga,  agar seluruh elemen menjaga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mengangkat tentang perbedaan yang ada di masyarakat yang dapat memicu konflik sosial. Agar masyarakat untuk lebih selektif dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan berita yang tidak bermanfaat atau yang memecah belah dan Hoax.

Polisi tidak bisa pastikan keamanan masyarakat dengan personil dan sarana prasarana yang ada, tapi keamanan secara pribadi adalah yang utama. untuk itu Kapolres menghimbau kepada Kepala Desa dan Lurah aktifkan kembali Siskamling.

Contoh adanya korban saat banjir bukan karena banjirnya tapi karena kurangnya kewaspadaan dalam pengawasan keluarga,  lingkungan. Hal terkecil saja dalam kontrol kesehatan, membiarkan anak mandi di air banjir,  padahal air tersebut merupakan kumpulan dari segala kotoran. 

Masalah lain disampaikannya adalah peredaran Narkoba. Ini masalah yang sangat penting,  karena sudah menjalar ke seluruh usia dan instansi termasuk aparat hukum sendiri.

Riau merupakan salah satu pintu masuk Narkoba di Indonesia. "Pentingnya kita berperan serta dalam pemberantasan Narkoba ini.  Jika memang mengetahui,  silahkan laporkan langsung karena Narkoba tidak hanya merusak diri sendiri tetapi akan membawa lainnya. Narkoba merupakan induk dari segala kejahatan,  tegasnya. 

Dijelaskannya dari Narkoba bisa terkena HIV/Aids, pencurian,  perampokan dan lainnya bahkan sampai pada pembunuhan karena sekali masuk kedalamnya akan sulit untuk keluar. (MCR/ana)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

BPBD Riau Turunkan Personil Bantu Korban Banjir Inhu

Jumat, 13 November 2020 | 18:05:30 WIB

SK Penlok Jalan Tol Rengat-Jambi Sudah Ditekan Gubernur Riau

Selasa, 10 November 2020 | 12:04:00 WIB

Kematian Akibat Covid-19 di Inhu Terendah di Riau

Ahad, 25 Oktober 2020 | 21:00:24 WIB

Danrem 031/WB Dampingi Aster Panglima TNI Kunker ke Inhu

Selasa, 29 September 2020 | 16:54:46 WIB

Positif Covid-19 di Inhu Hanya 25 Kasus

Ahad, 20 September 2020 | 13:13:22 WIB

BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu di Indragiri Hulu

Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:55:38 WIB

Diskes Riau Serahkan Bantuan Obat dan APD ke Inhu

Ahad, 23 Agustus 2020 | 13:43:50 WIB

Alat Medis untuk Covid-19 di Inhu Ikut Ludes Terbakar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 22:40:17 WIB

Gudang Instalasi Farmasi Diskes Inhu Terbakar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 16:44:25 WIB

27.020 Orang di Riau Sudah Rapid Test

Senin, 22 Juni 2020 | 14:31:03 WIB