Selasa, 25 Jumadil Akhir 1441 H | 18 Februari 2020

Info

Pekanbaru - Kemeriahan festival perang air atau biasa disebut Cian Cui di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti diikuti penuh antusias para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Maklum saja, festival ini hanya bisa temukan di dua negara saja, yakni di Indonesia dan di negeri gajah, Thailand.

Ribuan manusia, mulai orang dewasa, anak-anak semuanya turun ke jalan. Tidak ada istilah marah saat terkena siraman air. Berbagai median mulai baskom, gayung, sampai 'senapan laras panjang air' pun digunakan untuk 'menyerang' siapa pun terlihat di jalan.

Jadi jangan heran, jika basah kuyup terkena siraman, artinya anda ikut berbahagia mengikuti festival perang air di negeri sagu, yang belakangan sudah menjadi event wisata tahunan. 

"Sangat meriah sekali. Ribuan warga lokal dan wisatawan mancanegara saat ini terlibat dalam festival perang air. Siapa pun di jalan akan basah terkena siraman. Semua jalanan Kota Selatpanjang basah, warga saling siram menggunaan berbagai median. Ini sangat spektakuler," kata Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Riau, R Fahmizal Usman yang hadir pada acara Festival Perang Air di hari ketiga dari tujuh hari pergelaran, Rabu (6/2/19).

Kamis (7/2) atau hari keempat pada puncak event tahunan ini digelar akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim diwakili Kadispar Riau bersama Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir. 

Fahmizal memperkirakan tidak kurang 30 ribu masyarakat dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara hadir menyambut festival perang air ini. Tim jajaran dari Museum Rekor Indonesia (MURI) juga sudah hadir. 

Pada puncak acara yang jatuh pada esok hari, sangat mungkin jumlah 30 ribu orang itu jauh melebihi dari yang telah diperkirakan hari ini. Hal itu tergambar seluruh hotel di Selatpanjang penuh terisi. Bahkan homestay yang punyai warga juga tidak lagi melayani transaksi karena sudah terisi penuh.

"Kehadiran MURI untuk melakukan assesment berapa jumlah masyarakat yang hadir. Diperkirakan sementara 30 ribu orang. Tapi sangat mungkin angka itu besok jauh lebih banyak lagi. Insya Allah nantinya akan tercatat dalam buku MURI sebagai event wisata terbanyak dihadiri orang," ujar Fahmizal. 

Tidak hanya itu, Mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini juga berharap, festival perang air di Meranti ini akan masuk dalam Calender of Event (CoE) Wonderfull Indonesia pada 2020 nanti. Dengan begitu, event festival perang air secara langsung sudah diakui sebagai event yang layak dikunjungi.

Sebelumnya, CoE Wonderfull Indonesia juga sudah memasukan sejumlah event wisata di Riau. Seperti bakar Tongkang di Rokan Hilir, Pacu Jalur di Kuantan Singingi, serta Tour de Siak. (MCR/mtr)

Berita Terkait