Jumat, 20 Zulqaidah 1441 H | 10 Juli 2020

Info

PEKANBARU - Perbaikan dan pembenahan infrastruktur masih menjadi perhatian esktra. Pasalnya, hingga saat ini angka kerusakan jalan di Riau masih tergolong tinggi.

Sebagian besar jalan milik Pemprov Riau yang mengalami kerusakan itu tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau. Gubernur Riau, Syamsuar menilai, kerusakan jalan provinsi perlu mendapat perhatian serius.

Akses transportasi lain yang juga penting adalah ruas-ruas jalan yang menghubungkan ke daerah wisata, kawasan strategis nasional dan daerah, akses jalan ke wilayah pesisir dan perbatasan. Begitu juga untuk kawasan-kawasan untuk akses bahan baku industri, serta perlu dibangun jalan untuk membuka daerah terisolir dan tematik lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Dadang Eko Purwanto menilai, tingginya angka jalan yang mengalami kerusakan berat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya dari trase jalannya belum ada, sehingga persentase kerusakannya cukup besar.

Untuk pembangun jalan yang mengalami kerusakan itu, pihaknya telah mengalokasikan anggaran lebih kurang Rp430 miliar, dan pemeliharaan jalan kurang dari Rp200 miliar. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan membangun jalan menuju destinasi pariwisata seperti wisata Bono di Pelalawan.

Untuk maksimalisasi pelayanan akses transportasi, saat ini perlu adanya penambahan panjang jalan, terutama mendukung program prioritas dan pengembangan potensi wilayah, seperti ruas jalan yang menunjang konektivitas ke destinasi wisata, kawasan strategis nasional dan provinsi, kawasan pesisir dan perbatasan, kawasan sumber bahan baku industri. Hal itu akan dilakukan bertahap secara proporsional menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. (MCR/mz)

 

 

Video

Penandatanganan Nota Kesepakatan Aplikasi Monitoring Data Bantuan Sosial

Update Covid-19 ( 8 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Berita Terkait