Jumat, 12 Rabiul Akhir 1442 H | 27 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Acara rapat koordinasi tim persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan Kantor Bupati Kepulauan Meranti di Ruang Jamuan Gubernur Lantai 8, Kamis (20/6)

PEKANBARU - Pembangunan Kantor Bupati Kepulauan Meranti rencananya akan menghabiskan lahan perkantoran 13.2 hektar, diperkirakan bisa menjadi alternatif pusat Perkantoran Bupati, Dewan Perwakilan Daerah dan kantor lainnya.

Untuk sementara lokasi ini berada di samping stadion, jadi sangat representatif untuk masyarakat Meranti melakukan aktivitas di sekitar perkantoran. 

Hal tersebut disampaikan saat mengadakan rapat koordinasi tim pengadaan tanah untuk pembangunan Kantor Bupati Kepulauan Meranti yang di pimpin oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Riau, Sudarman, Kamis (20/6/19).

Sudarman menyampaikan, dasar dari pada pengadaan tanah ini juga memperhatikan beberapa aspek terutama RT dan RW baik nasional, provinsi, kabupaten dan kota terkait dengan prioritas pembangunan, rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) terkait dengan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).

Lebih lanjut Sudarman menjelaskan, persiapan yang telah dilakukan mendalam terhadap tanah ini sudah ditanggapi oleh Gubernur.

“Silahkan sekretaris menyampaikan data-data apa saja yang sudah dilakukan terhadap tanah ini,” tutup Sudarman.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kepulauan Meranti, Muhammad Murod memaparkan, rencana tata ruang wilayah yang menjadi rujukan adalah, pertama, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau nomor 10 tahun 2018 dari surat yang kita masukkan di bagian pemerintahan bahwasanya lokasi tersebut berada pada titik koordinat termasuk kawasan areal perkebunan lain (APL) yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (Dinas PUPR) Kepulauan Meranti.

Kedua, pihaknya juga menyurati kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait titik koordinat dan kesesuaian tata ruang yang berkaitan dengan proses sertifikasinya.

“Dari balasan surat Kantor Pertahanan Kabupaten Kepulauan Meranti bahwasanya lokasi tersebut termasuk kawasan pemukiman,” tutur Murod.

Lebih lanjut Murod menjelaskan, lokasi berada di pusat perkotaan,  pemerintahan yang ada sekarang ini juga sudah ada di fasilitasi dengan jalan yang sangat memadai dan juga dekat dengan pelabuhan domestik dan kargo yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Lokasi ini juga sangat mudah di akses oleh masyarakat Meranti,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara rapat tersebut BAPPEDA Provinsi Riau, Jefrizon, BAPPEDA Kepulauan Meranti, Muhammad Murod, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim, dan Kepala Desa Banglas Kepulauan Meranti Samsurizal. (Mcr/nv)

Video

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Berita Terkait

Dorong Sagu Jadi Sumber Ekonomi Saat Pandemi Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:34:12 WIB

Bupati Irwan Sampaikan Isu Strategi di Kepulauan Meranti

Kamis, 24 September 2020 | 16:46:13 WIB

Bupati Meranti Beberkan Alasan Mulai Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 17:58:29 WIB

Festival Perang Air Ramaikan Imlek di Selatpanjang, Riau

Sabtu, 25 Januari 2020 | 22:16:39 WIB

Pemprov Sosialisasi P4GN di Meranti

Selasa, 03 Desember 2019 | 20:17:07 WIB

Pulau Rangsang Juga Mesti Diperhatikan Pusat

Selasa, 05 November 2019 | 21:30:42 WIB

Program BRG Bantu Perekonomian Warga

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 09:48:27 WIB

Kepala BNPB Puji Keberhasilan Sekat Kanal

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 09:38:46 WIB

Sekat Kanal Efektif Cegah Karhutla

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 09:34:59 WIB