Ahad, 16 Zulhijjah 1442 H | 25 Juli 2021
Internet

Pekanbaru-Legislator Riau dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Markarius Anwar mengakui banyaknya jalan rusak yang terjadi di Riau terutama jalan lintas disebabkan oleh kendaraan dengan angkutan barang yang "over dimension, over loading" (Odol).  Sementara keberadaan jembatan timbang sudah tidak bisa difungsikan, yang kewenangan sudah ditarik jadi kewenangan Pusat.

"Sebelumnya kita juga pernah melakukan Sidak terhadap kendaraann odol ini.  Bahkan kita juga sudah berikan rekom, kendaraan yang odol ini ditindak dengan dilakukan pemotongan kendaraan yang berlebih dari ketentuan.  Kemudian juga dilakukan pengawasan, tapi yah itu kita tidak punya jembatan timbang, susah juga menentukan berapa beratnya," jelasnya, Jumat (28/06).

Jadi menurut Anggota DPRD Riau yang tergabung di Komisi IV ini, jadi ada problema juga bagi Pemerintah yang ada di daerah ini.  Satu sisi ingin menertibkan agar jalan terselamatkan.  Satu sisi terbentur dengan prasarana yang bukan kewenangan.  "Namun demikian kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kebijakan ini," katanya lagi mengambarkan kondisi yang terjadi.

Menurut Dapil Kabupaten Siak-Pelalawan ini lagi, pihaknya juga sudah sampaikan pada instansi terkait, dalam menyikapi kondisi yang terjadi, upaya yang dilakukan harus gelar Razia Terpadu yang dilakukan secara berkala.  Sehingga pemilik kendaraan Odol akan berpikir untuk melintas.  Kendaraan Odol tertangkap ditahan dan ditilang.  Kemudian untuk pemilik yang mengambil harus dilakukan pemotongan dulu sesuai standar kendaraan.  (Mcr/Ch)

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

92 Truk Ditilang Selama Tiga Hari Razia Tim Gabungan

Jumat, 23 Juli 2021 | 19:28:32 WIB