PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPKD) Pelalawan, Riau, melatih sebanyak 50 relawan dari masyarakat di 12 kecamatan untuk siaga terhadap bencana khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelatihan relawan yang dimulai sejak 21-25 April mendatang, resmi dibuka oleh Sekdakab Pelalawan Drs Tengku Mukhlis MSi, Selasa (22/4) di Hotel Ryan Pangkalan Kerinci.
Kepala BPBPKD Pelalawan, Abu Bakar FE mengatakan, pelatihan relawan penangulangan bencana yang telah tiga kali digelar sejak tahun 2012 ini, bertujuan agar para relawan dapat memberikan informasi bencana yang ada dikecamatan masig-masing yang berada dikabupaten Pelalawan. Dengan demikian, maka pencegahan awal jika terjadi suatu bencana, dapat secepatnya dilakukan.
"Para relawan ini akan dibekali pengetahuan untuk memantau dan memberikan informasi secara langsung serta perkembangan secara berkala kondisi didaerahnya masing-masing. Dan juga akan siaga terhadap pencegahan awal jika terjadi bencana seperti kebakaran lahan dan asap, banjir, angin kencang, longsor dan bencana lainnya," ujarnya.
Mantan Sekretaris Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan ini menjelaskan, dalam pelatihan ini, para peserta akan diberi pengetahuan seputar bencana dan simulasi. Sementara untuk pembicara berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Propinsi, Dinas Sosial Propinsi serta Dinas Sosial setempat.
"Sedangkan anggaran kegiatan ini, murni dari anggaran APBD Pemkab Pelalawan yang ada di BPBPKD Pelalawan. Dan kegiatan ini ditaja oleh BPBPKD Pelalawan," tegasnya.
Selain itu, sambung mantan Sekretaris Disdik Pelalawan ini, bahwa sesuai arahan Presiden RI sewaktu turun dan menggelar Rakor di Riau saat musibah asap datang beberapa waktu lalu, menyetujui perekrutan relawan yang digaji oleh Pemerintah setempat.
"Dari rapat koordinasi yang saya ikuti langsung ini, usulan soal perekrutan relawan penanggulangan bencana yang akan digaji sering diperbincangkan khususnya untuk Provinsi Riau," katanya.
Sedangkan saat ini, lanjut kata dia, informasinya Mendagri sedang menggodok payung hukum soal perekrutan relawan yang akan digaji ini. "Jadi, wacananya untuk desa direkrut 5 relawan dan kecamatan 2 orang. Intinya, kami sangat mendukung program ini, sehingga para relawan dapat bekerja lebih maksimal dalam memantau perkembangan dan pencegahan awal bencana," pungkasnya. (MC Riau/Iin)