Jumat, 20 Safar 1441 H | 18 Oktober 2019

PEKANBARU - Keberadaan hotspot masih terdeteksi di beberapa daerah di Riau. Kondisi ini menyebabkan kondisi cuaca yang kurang baik, terlihat dengan jarak pandang yang mengalami penurunan jika dibanding hari-hari sebelumnya.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Untuk hari ini terdeteksi jarak pandang di sejumlah daerah mengalami penurunan, namun tidak signifikan.

Misalnya, di Kota Pekanbaru, hari ini jarak pandang terpantau sekitar 1,5 kilometer. Kabut asap yang saat ini memapar merupakan kiriman dari asap sisa karhutla yang terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Inhil.

“Hotspot memang masih terpantau di beberapa daerah. Untuk jarak pandang di sebagian daerah mengalami penurunan di banding hari sebelumnya,” paparnya, Senin (5/8).

Selain di Pekanbaru, kondisi jarak pandang di daerah lain, seperti di Dumai hari ini berada di angka tiga kilometer. Sementara itu, di Pelalawan dan Inhu jarak pandang memang terpantau terbatas namun bukan disebabkan oleh kabut asap tapi hanya udara kabur. Jarak pandang untuk derah tersebut sekitar empat kilometer.

Untuk hotspot, Sebanyak 19 tirik yang diduga merupakan titik api masih bertebaran di sejumlah daerah di Riau. Bahkan 19 hotspot itu berada pada tingkatkan kepercayaan di atas 70 persen, yang diduga adalah firespot yang perlu segera dilakukan pemadaman. (MCR/mz) 

Berita Terkait

Info MC Riau Satelit Terra / Aqua (BMKG) Update 17/10/19 Pukul 16.00 WIB Sumatera Level Confidence > 50% : 92 titik, Lampung : 14, Sumsel : 46, Jambi : 18, Bengkulu : 5, Sumbar : 2 dan Aceh : 1 Riau : 6 titik (Inhil : 6) MC Riau Satelit Noaa (Sipongi KLHK) 17/10/19 Pukul 16.00 WIB Jambi : 6 Riau : Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha