Jumat, 20 Safar 1441 H | 18 Oktober 2019

Koordinator Desa (Kordes) Tim Kukerta UNRI di Kampung Keranji Guguh Galih Razuna Alghifari, sosialisasikan ecobrick kepada masyarakat dan anak-anak desa

SIAK - Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) tematik Universitas Riau di Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, sosialisasikan ecobrick kepada masyarakat setempat.

Sosialisasi ecobrick ini dilaksanakan usai senam bersama seluruh warga desa di lapangan bola Kampung Keranji Guguh dengan tujuan menjalin silaturahmi antara mahasiswa Kukerta UNRI dengan warga.

Koordinator Desa (Kordes) Tim Kukerta UNRI di Kampung Keranji Guguh, Galih Razuna Alghifari menjelaskan, kegiatan yang ditaja timnya merupakan sebuah kegiatan mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi lebih bersih dan bebas sampah.

"Tujuan utama kita adalah mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Namun supaya lebih menarik, kita kemas dengan senam bersama," katanya melalui rilis yang dikirimnya ke Media Center Riau, Selasa (6/8).

Galih menambahkan, ecobrick adalah salah satu langkah untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menampungnya di dalam botol bekas khususnya sampah plastik.

"Ecobrick itu salah satu cara menjaga lingkungan. Memisahkan sampah plastik karena sangat lama dan sulit terurai," ucapnya.

Dalam pelaksanaan program ini, ecobrick dikenalkan kepada masyarakat mulai dari pentingnya menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan bebas dari sampah, manfaat ecobrick, dampak buruk dari sampah plastik, bentuk ataupun hasil dari ecobrick yang telah dibuat, hingga cara pembuatan ecobrick.

Selanjutnya Galih menuturkan, kendala yang dihadapi pihaknya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, hal ini terlihat dari peserta sosialisasi yang hadir kebanyakan anak-anak.

"Belum mampu menjangkau seluruh masyarakat desa, saat acara kebanyakan yang hadir anak-anak bukan ibu-ibu," ujar Galih.

Meskipun banyak yang tidak hadir, Galih berharap masyarakat mulai menjaga lingkungan baik dengan cara ecobrick maupun dengan cara lainnya.

"Apapun caranya, menjaga lingkungan itu penting," tutupnya. (MCR/IP)

Berita Terkait

Info MC Riau Satelit Terra / Aqua (BMKG) Update 17/10/19 Pukul 16.00 WIB Sumatera Level Confidence > 50% : 92 titik, Lampung : 14, Sumsel : 46, Jambi : 18, Bengkulu : 5, Sumbar : 2 dan Aceh : 1 Riau : 6 titik (Inhil : 6) MC Riau Satelit Noaa (Sipongi KLHK) 17/10/19 Pukul 16.00 WIB Jambi : 6 Riau : Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha