Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

PEKANBARU - Hotspot masih terpantau di beberapa daerah di Riau. Kondisi ini menyebablan jarak pandang menurun, karena adanya kabut asap di sejumlah daerah.    

Kendati demikian, berbagai upaya terus dilakukan dengan melibatkam stakeholder terkait. Diharapkan dengan langkah serius dari Tim Satgas dapat mengeliminir ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai membayangi.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki menerangkan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Dari hasil pemantauan, sebanyak 59 hotspot itu tersebar di delapan daerah di Riau.

“Memang ada terpantau hotspot ini berada pada tingkat kepercayaan di atas 50 persen,” paparnya, Kamis (8/8/2019).

Hotspot tersebut tersebar di beberapa daerah. Misalnya Indragiri Hilir 14 hotspot,  di Kabupaten Bengkalis dan Indragi Hulu terdapat delapan hotspot. Selanjutnya di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat dua hotspot kabupaten Kampar ada empat hotspot, Pelalawan delapan titik, Rohil empat hotspot, Siak 11 hotspot.

Untuk jarak pandang di Kota Dumai termasuk daerah dengan tingkat jarak pandang paling pendek jika dibandingkan dengan tiga daerah lainnya yakni dua kilometer. Diharapkan angka karhutla ke depan dapat berkurang sehingga Riau terbebas dari ancaman Karhutla. (MCR/mz) 

Berita Terkait