Senin, 19 Zulhijjah 1440 H | 19 Agustus 2019

Suasana salat Idul Adha di halaman masjid raya Annur, provinsi Riau, Ahad (10/9/2019).

PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar mengajak aparatur pemerintahan di seluruh kabupaten dan kota di Riau menggelar salat istisqa, agar hujan turun dapat memadamkan kebakaran lahan dan hutan di Riau.

Hal ini diungkapkan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat menyampaikan sambutan Salat Idul Adha, di halaman Masjid Raya Annur, Kota Pekanbaru, Ahad (10/8/2019)

Dikatakan Gubri, kabut asap akibat kebakaran lahan merupakan musibah dari sang pencipta.

"Kita sampaikan kepada para Bupati, Walikota, Camat mari kita berdoa minta ampun dan doa minta hujan serta menggelar salat istisqa di wilayah masing-masing, agar musibah ini bisa diringankan," harap Syamsuar.

Dijelaskan mantan Bupati Siak dua periode ini, kondisi karhutla di Riau cukup berat, karena dari prediksi dan analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca kering akan berlangsung hingga Oktober 2019.

"Menurut ramalan BMKG diperkirakan musim kering ini sampai Oktober. Karena itulah kami ajak semua kaum muslimin dan sudah kami sampaikan juga kepada pemuka agama untuk menggelar salat istisqa," imbaunya.

Syamsuar mengungkapkan, dirinya sudah berkeliling ke sejumlah Kabupaten dan Kota di Riau yang terjadi Karhutla, ditemukan fakta petugas pemadam kesulitan mendapatkan air akibat minimnya intensitas hujan.

"Saya sudah berkeliling ke kabupaten dan kota yang kebakaran lahan, kesulitan mendapatkan air untuk pemadaman api. Mari kita doakan petugas pemadam api, bapak TNI/Polri yang masih berusaha memadamkan api selalu diberikan kesehatan," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kabut asap melanda Riau selama dua pekan terakhir. Bahkan, pantauan alat pemantau kualitas udara, menunjukkan udara di Kota Pekanbaru tidak sehat.

Warga yang menggelar aktifitas diluar ruangan diimbau menggunakan masker, termasuk para siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA.(MC Riau/yan)

Berita Terkait