Senin, 19 Zulhijjah 1440 H | 19 Agustus 2019

PEKANBARU - Senin (12/9) pagi hujan mengguyur Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Kondisi yang sempat dinanti-nanti sebagai solusi persoalan kabut asap di Riau tidak berlangsung lama.

Hal ini secara umum tidak begitu berpengaruh terhadap kondisi kabut asap dan hotspot. Dimana Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru. mendeteksi kemunculan sebanyak 156 hotspot di Riau hari.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki menjelaskan, sebanyak 156 titik panas itu tersebar di banyak daerah di Provinsi Riau. Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

“Memang ada terpantau hotspor di beberapa daerah. Sebanyak 156 hotspot itu tersebar di banyak daerah di Provinsi Riau. Kondisi ini membuat jarak pandang mengalami penurunan, misalnya jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya dua kilometer.

156 hotspot tersebut tersebar di Rokan Hilir 24 hotspot, Pelalawan 40 hotspot, Rokan Hulu 3 hotspot, Kampar 6 hotspot dan Bengkalis 7 hotspot. Sementara di Siak 29 hotspot, Indragi Hilir 21 hotspot, Kuantan Singingi terdeteksi 2 hotspot, Dumai 2 hotspot, Indragiri Hulu 15 hotspot dan Kepulauan Meranti 7 hotspot.

Sedangkan untuk jarak pandang lainnya, misalnya di Kabupaten Pelalawan kondisinya hanya tiga kilometer, Dumai jarak pandang lima kilometer dan di Inhu enam kilometer. Diharapkan ke depan angka hotspot dan jarak pandang dapat membaik. (MCR/mz)

Berita Terkait