Jumat, 26 Rabiul Awwal 1441 H | 22 November 2019

Menteri LHK, Panglima TNI dan Kapolri saat mendarat di Pekanbaru

PEKANBARU - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bakal mengerahkan pesawat hercules untuk melakukan bom air mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau 

Hal ini diungkapkan Panglima TNI usai mendengar pemaparan Satgas Karhutla Riau yang dipimpin Gubernur Riau, Syamsuar terkait titik api dan upaya pemadaman kebakaran di Provinsi Riau, Senin (12/8/2019).

Selain itu, Panglima TNI juga mendengarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru terkait situasi prediksi cuaca di Riau.

"Kami telah mendengar pamaparan Gubernur dan BMKG terkait kondisi dan stuasi titik api, termasuk upaya pemadaman," kata Panglima TNI, Senin (12/8/2019) di Pekanbaru.

Menurutnya, berdasarkan keterangan BMKG kemungkinan curah hujan bisa dikelola dengan pembuatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada awal Oktober 2019.

"Artinya mulai bulan ini sampai awal Oktober mengalami musim kekeringan (di wilayah Riau). Sehingga upaya kita bisa melaksanakan water boombing," ujarnya.

Namun jika melaksanakan water boombing persoalan di lapangan antara lain sumber air dengan lokasi kebakaran cukup jauh.

"Tentu saja kita ada upaya-upaya untuk bisa memadamkan api itu dengan berbagai cara, diantaranya mengerahkan pesawat Hercules melaksanakan pengeboman dengan bola air," bebernya.

"Upaya itu akan kita laksanakan sampai awal Oktober, sehingga titik api bisa kita selesaikan," tukasnya.

Adapun rombongan Panglima TN, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian  direncanakan akan mengunjungi wilayah terdampak karhutla di Pelalawan. Wilayah itu mengalami kebakaran cukup parah sepanjang Agustus 2019 ini dan menjadi penyumbang kabut asap di Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Berdasarkan laporan Satgas Karhutla Riau, lebih dari 4.900 hektare lahan yang mayoritas gambut terbakar di wilayah itu sepanjang 2019 ini. Lebih dari 2.000 hektare diantaranya terjadi dalam rentang waktu Juli-Agustus 2019.

Masifnya kebakaran di Riau berdampak pada kabut asap yang mengepung sejumlah daerah di wilayah itu. Salah satu wilayah terparah dikepung asap adalah Pekanbaru. Bahkan ibu kota Riau tersebut telah menetapkan status darurat kabut asap.(MC Riau/yan)

Berita Terkait