Senin, 19 Zulhijjah 1440 H | 19 Agustus 2019

PEKANBARU - Usai melakukan peninjauan lokasi di tiga lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberi peringatan kepada masyarakat dan korporasi agar tak lagi melakukan pembakaran lahan yang dapat merugikan semua pihak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger saat mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi karhutla.

Dikatakan oleh Edwar, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berpesan agar kabut asap akibat karhutla yang terjadi di beberapa daerah di Riau dalam beberapa tahun terakhir harusnya tidak lagi terjadi di masa yang akan datang. 

"Jangan sampai ada ada lagi pembakaran lahan. Ini ditujukan kepada masyarakat dan dunia usaha, intinya jangan ada lagi pembakaran lahan," ujarnya, Selasa (13/8/19).

Konteks merugikan semua pihak, menurut Edwar, tentu harus dimaknai kesungguhan semua pihak. Tidak hanya masyarakat tetapi dunia usaha agar persoalan Karhutla tidak lagi menjadi momok setiap tahunnya. 

Selain itu, seluruh komponen di Riau juga diharapkan dapat saling bersinergi, mulai dari pencegahan termasuk upaya penanggulangan karhutla. Terlebih, kemarau yang menyebabkan kekeringan di Riau diprediksi akan terjadi hingga Oktober nanti.

"Diharapkan semua pihak agar saling bersinergi dalam kontek menjaga Riau. Karena kalau tidak merugikan semua pihak," tambah Edwar.

Adapun kunjungan Panglima TNI di tiga lokasi Karhutla bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men-LHK) Siti Nurbaya serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo di Riau yakni di Jalan Koridor kilometer 23 Langgam, Pelalawan. 

Di lokasi Karhutla ini terdapat milik perusahaan dan masyarakat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan menyempatkan melakukan penyemprotan di areal lahan yang terbakar. 

Kemudian, rombongan juga menyempatkan pemantauan Karhutla dari udara menggunakan helikopter. Yakni di Pulau Gelang Indragiri Hulu (Inhu), serta Kempas Jaya Indragiri Hilir (Inhil). (MCR/mtr)

Berita Terkait