Jumat, 20 Safar 1441 H | 18 Oktober 2019

PEKANBARU - Salah seorang pakar lingkungan Riau dari UIN, Dr. Elviriadi menyebutkan, kondisi asap yang terjadi saat ini di beberapa wilayah yang ada di Provinsi Riau sudah membahayakan, terutama bagi anak-anak apalagi bagi bayi dan lansia. Menurut pandangannya, sekolah sudah layak untuk diliburkan.

"Saya contohkan untuk di Kota Pekanbaru saja, kalau pada pagi hari di beberapa titik kondisi asapnya agak pekat. Seperti di daerah Air Hitam (Subrantas), Palas (Rumbai), Pembatuan (Kulim) dan lainnya. Jadi sekolah-sekolah yang ada di wilayah sana dipandang sudah layak diliburkan," sebutnya Rabu (14/08) di DPRD Riau dalam salah satu lawatannya.

Lebih jauh disampaikan oleh dosen yang mengajar masalah limbah ini, berbahayanya kabut asap yang terjadi saat ini dikarenakan kondisi asap tersebut adanya partikel-partikel logam yang berbahaya bila dihirup oleh manusia. Terutama bagi anak-anak, apalagi bayi dan balita.  

"Asap itu mengandung nikel, kadmium dan lainnya. Dimana dapat menyerang bronkitis kerongkongan yang akut, menular dan kronis yang bisa menyebabkan kanker paru-paru, ISPA, hingga kematian. Jadi di beberapa titik yang kondisinya sudah pekat, sekolah sudah layak diliburkan," tambahnya. (MCR/Ch)

Berita Terkait

Info MC Riau Satelit Terra / Aqua (BMKG) Update 17/10/19 Pukul 16.00 WIB Sumatera Level Confidence > 50% : 92 titik, Lampung : 14, Sumsel : 46, Jambi : 18, Bengkulu : 5, Sumbar : 2 dan Aceh : 1 Riau : 6 titik (Inhil : 6) MC Riau Satelit Noaa (Sipongi KLHK) 17/10/19 Pukul 16.00 WIB Jambi : 6 Riau : Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha