Senin, 25 Muharram 1441 H | 23 September 2019

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyatakan banyak menaruh harapan telah dimulainya pembangunan Universitas Anak Yatim ASEAN yang berlokasi di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. 

Menurut Gubri, jika Universitas Anak Yatim ASEAN ini sudah berdiri, para anak yatim dan kaum dhuafa dapat memanfaatkan kampus ini dalam meningkatkan kompetensinya. 

"Nantinya harapan ketika universitas ini sudah berdiri, mahasiswa yang berasal dari anak yatim dan kaum dhuafa bisa meningkatkan kompetensinya," kata Gubri, Sabtu (24/8/19).

Pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, tentu hak semua orang. Termasuk mereka yang secara ekonomi kurang berkemampuan. Karena itu sangat diharapkan, melalui pembangunan Universitas Anak Yatim ini, dapat mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. 

"Mudah mudahan, apa yang diberikan melalui wakaf untuk pembangunan Universitas Anak Yatim ASEAN ini dapat dibalas oleh Allah SWT," ungkap Gubri.

Pemprov Riau sendiri menurut Gubri, akan membantu berkaitan dengan izin dari universitas ini. Pemprov sudah memulai berkomunikasi dengan pusat bagaimana proses pembangunan yang sudah dirintis ini dapat berjalan serta sesuai dengan prosedur.

Diharapkan, proses administrasi pendirian Universitas Anak Yatim ASEAN ini tidak serumit pembangunan Politeknik  yang pernah dibangun Pemkab Siak ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Siak. 

"Mungkin untuk pendirian tidak begitu susah, tetapi untuk proses administrasi, kami punya pengalaman gampang-gampang susah. Yakni mendirikan Politekhnik di Siak, sampai sekarang tak selesai masalah administrsinya.

Sebagai informasi telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubri bersama Peletakan batu pertama pembangunan Universitas Anak Yatim ASEAN yakni Menteri Bidang Ibadah serta Menteri Bidang Muamalah dan sholat Kerajaan Arab Saudi.

Kemudian dihadiri Ketua DPRD Riau, Ketua Yayasan Wakaf dan Anak Yatim (Yawatim) Ahmad Chodori serta Hasyim Jamadi selaku pewakaf lahan seluas 100 hektar tempat lokasi dibangunnya universitas. 

Selain itu, hadir juga Ketua Umum Yawatim ASEAN Prof Dr Mahmud bin Mansyur. Pimpinan University Colage Bestari Trengganu serta berbagai undangan yang hadir pada kesempatan ini. (MCR/mtr)

Berita Terkait

Info MC Riau ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) Pekanbaru tanggal 23/09/19 Pukul 05.00 WIB ISPU 630 kategori berbahaya MC Riau Gubernur Riau senin pagi tanggal 23/09/19 jam 08.00 WIB Konfrensi Pers di Posko Mediacenter Karhutla Jl.Gajah Mada No.26 MC Riau (22/09/19) Gubernur Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Singgah MC Riau Update hotspot perwilayah Provinsi tanggal 22/09/19 pukul 06.00 WIB sebagai berikut : Riau (211), Jambi (799), Lampung (43), Sumbar (8), Sumsel (619), Sumut (3), Kepri (15), Babel (71) MC Riau Update hotspot tanggal 22/09/19 pukul 06.00 WIB , Riau (211) titik api dengan rincian sebagai berikut : Bengkalis (9), Meranti (5), Kampar (12), Dumai(6), Kuansing (5), Pelalawan (36), Rohil (25), Inhil (68), Inhu (45)