Rabu, 6 Safar 1442 H | 23 September 2020

Info

PEKANBARU - Pembangunan pasar sementara untuk pedagang di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, diprediksi membutuhkan anggaran sebesar Rp9 miliar. Yang mana, para pedagang ini kehilangan tempat berjualannya karena Pasar Terapung yang juga pasar ikan dan rumah toko (Ruko) di Jalan Yos Sudarso Tembilahan tersebut hangus tebakar.

"Butuh anggaran Rp9 Miliar untuk bangun pasar sementara di Tembilahan. Untuk itu kami mengajak seluruh perusahaan yang ada di Riau untuk membantu," kata Gubernur Riau, Syamsuar di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (26/8/2019) sore.

Orang nomor satu di Riau ini mengatakan, bahwa pembangunan pasar sementara ini harus secepatnya dilaksanakan. Jika tidak, maka perekonomian masyarakat di sana akan terganggu. Mengingat, pasar yang terbakar itu merupakan tempat transaksi dan perputaran uang bagi para masyarakat dan pedagang kecil di wilayah tersebut.

"Ini kami membantu membuat tempat penampungan sementara dulu. Karena ekonomi yang ada di Tembilahan sangat terganggu dengan pasar ini (terbakar, red). Sedangkan, untuk permanennya memang kami sekarang sedang diskusi dengan staf Kementerian PU yang ada di sini untuk membuat pasar yang baru," tuturnya.

Untuk diketahui, Gubri pun menyumbangkan sebesar Rp50 juta dari dana pribadinya untuk membantu pembangunan pasar sementara tersebut. Kemudian, beberapa pihak perusahaan yang sudah menyampaikan jumlah sumbangan mereka, yaitu Baznas Provinsi Riau sebesar Rp500 juta, Bank Riau Kepri Rp500 juta, RAPP Rp500 juta, Pemkab Inhil Rp1,3 miliar, dan SPR Rp100 juta. (Mcr/rat)

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait