Senin, 25 Muharram 1441 H | 23 September 2019

PEKANBARU - Pusat bakal bentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Nasional Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Diantara fungsi dari Satgas Nasional Karhutla tersebut nantinya berkewenangan menginvestigasi lahan terbakar di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger diusulkan menjadi tim perumus dari pembentukan Satgas Nasional Karhutla tersebut.

Nama Edwar Sanger sendiri langsung diusulkan oleh Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution yang hadir pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Satgas Karhutla nasional di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

"Kepala BPBD Riau kita usulkan masuk dalam tim perumus pembentukan Satgas Nasional Karhutla," kata Wagubri, Kamis (5/9/19).

Kapan Satgas Nasional Karhutla ini dibentuk, menurut Wagubri masih diproses. Adapun  alasan penunjukan nama Edwar Sanger sebagai tim perumus pembentujan Satgas Nasional Karhutla pada acara Rakor yang dipimpin oleh Deputi Keamanan dan Ketertiban (Kamtibmas) Kemenko Polhukam Irjen Pol Carlos Teu kemarin tersebut, karena Satgas Karhutla Riau dianggap paling aktif dan berpengalaman dibanding daerah lainnya

"Di Indonesia ini ada 16 daerah yang dianggap rawan Karhutla. Tapi Riau dan Sumatera Selatan dianggap paling aktif Satgas Karhutlanya," ungkap Wagub lagi.

Sementara Kepala BPBD Riau Edwar Sanger saat dikonfirmasi membenarkan penunjukan dirinya sebagai tim perumus Satgas Karhutla. Menurutnya, nama-nama yang masuk dalam tim perumus tersebut kemungkinan sudah di beri SK, sebelum pergantian kabinet Oktober nanti.

Edwar yang juga hadir pada acara rakor pembentukan Satgas Karhutla nasional do Kemenko Polhukam kemarin, memaparkan persoalan tekhnis berkaitan penanggulangan Karhutla yang terjadi di Riau.

Baik melalui water boombing maupun aspek lainnya di Satgas Karhutla Riau yang terdiri dari unsur gabungan seperti TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, BMKG,menggala aggi, masyarakat peduli api termasuk pihak swasta yang sama-sama berjuang.

Kemudian dipaparkan juga langkah dari aspek pencegahan. Sosialisasi baik menggunaakan media hingga terjun ke masyarakat  untuk dimaksimalkan dalam memberikan edukasi soal bahaya Karhutla.

Upaya pencegahan yang paling menjadi perhatian pusat dibentuknya satgas perkebunan atau pembukaan lahan secara ilegal.

Diharapkan, upaya pencegahan dengan melakukan penertiban perkebunan tak bertuan tersebut bisa mengurangi terjadinya Karhutla yang biasanya berdalih dari pembukaan lahan dengan cara dibakar. 

"Konsep pencegahan diantaranya dengan membentuk tim satgas pembentukan lahan. Salah satunya menertibkan lahan tak bertuan. Dengan Penertiban lahan ini salah satu upaya bentuk pencegahan," papar Sanger. (MCR/mtr)

Berita Terkait

Info MC Riau ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) Pekanbaru tanggal 23/09/19 Pukul 05.00 WIB ISPU 630 kategori berbahaya MC Riau Gubernur Riau senin pagi tanggal 23/09/19 jam 08.00 WIB Konfrensi Pers di Posko Mediacenter Karhutla Jl.Gajah Mada No.26 MC Riau (22/09/19) Gubernur Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Singgah MC Riau Update hotspot perwilayah Provinsi tanggal 22/09/19 pukul 06.00 WIB sebagai berikut : Riau (211), Jambi (799), Lampung (43), Sumbar (8), Sumsel (619), Sumut (3), Kepri (15), Babel (71) MC Riau Update hotspot tanggal 22/09/19 pukul 06.00 WIB , Riau (211) titik api dengan rincian sebagai berikut : Bengkalis (9), Meranti (5), Kampar (12), Dumai(6), Kuansing (5), Pelalawan (36), Rohil (25), Inhil (68), Inhu (45)