Senin, 25 Muharram 1441 H | 23 September 2019

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution menghadiri Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) di Provinsi Riau, di Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla Provinsi Riau (Komplek Lanud Roesmin Nurjadin), Selasa (10/9/2019).

Dalam sambutannya ia mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya berada di daerah Riau sendiri, tapi juga terjadi di Sumatra Selatan (Sumsel) dan Jambi yang mana jauh lebih besar dari pada kondisi yang di Riau.

"Tetapi masyarakat sulit memahami itu karena fakta yang di lihat pada hari ini adalah kabut asap penuh di tempat kita, oleh karena itu ini tugas kita bersama memberikan informasi secara sehat kepada masyarakat, karena bila tidak masyarakat kita dalam kondisi seperti ini dengan emosional yang cukup tinggi, ini akan sangat tidak memberikan gambaran yang sehat kepada mereka" tuturnya.

"Seperti data yang di paparkan oleh tim satgas karhutla sekarang bukannya pemerintah tidak bekerja untuk mengatasinya, melainkan kita juga mengalami kendala dalam mengatasi karhutla ini, bahkan jumlah personil yang kita turunkan ke lapangan dalam mengatasi karhutla jumlahnya adalah puluhan ribu, hanya saja belum bisa menghilangkan karhutla secara total," tambah Edy.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat Riau untuk membantu dan mencari solusi mengatasi kabut asap akibat karhutla, ketimbang melakukan aksi demo di depan kantor Gubernur Riau dan Mapolda Riau.

"Mending stamina dan pikirannya digunakan," tegas Edy.

Ia juga berharap dengan diadakannya rapat evaluasi penanganan bencana karhutla ini, maka bisa secepatnya mengatasi kabut asap yang belakangan ini menyelimuti Riau.

Turut hadir dalam rapat tersebut Dandrem 031 Wira Bima Muhammad Fadjar, tenaga ahli BNPB Abdul Muis, Kepala BNPB Riau Edwar Sanger beserta Satgas, TNI, Perwakilan Polda Riau, BMKG, Manggala Agni, LHK, OPD terkait beserta seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Riau. (MCR/Afq)

Berita Terkait

Info MC Riau ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) Pekanbaru tanggal 23/09/19 Pukul 05.00 WIB ISPU 630 kategori berbahaya MC Riau Gubernur Riau senin pagi tanggal 23/09/19 jam 08.00 WIB Konfrensi Pers di Posko Mediacenter Karhutla Jl.Gajah Mada No.26 MC Riau (22/09/19) Gubernur Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Singgah MC Riau Update hotspot perwilayah Provinsi tanggal 22/09/19 pukul 06.00 WIB sebagai berikut : Riau (211), Jambi (799), Lampung (43), Sumbar (8), Sumsel (619), Sumut (3), Kepri (15), Babel (71) MC Riau Update hotspot tanggal 22/09/19 pukul 06.00 WIB , Riau (211) titik api dengan rincian sebagai berikut : Bengkalis (9), Meranti (5), Kampar (12), Dumai(6), Kuansing (5), Pelalawan (36), Rohil (25), Inhil (68), Inhu (45)