Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal menyebutkan bahwa uji coba Roro Dumai Malaka akan dijadwalkan pada Kamis (19/9) mendatang.

Ia menyebutkan, saat ini Roro Dumai Malaka telah siap untuk mengangkut para pelancong Malaka yang hampir 20 juta orang setiap tahunnya.

"Roro Dumai Malaka peluang besar bagi Riau untuk meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata," ungkap Fahmizal, Senin (16/9).

Fahmizal mengungkapkan, dengan jumlah wisatawan yang begitu banyak berkunjung ke Malaka, diharapkan pulang pergi menggunakan Roro Dumai sehingga peluang ekonomi masyarakat meningkat dan industri kreatif di Riau juga berkembang.

"Malaka itu disebut tanah benua, kalau sudah sampai ke Malaka bisa pergi ke negara manapun. Jadi itulah mengapa banyak wisatawan yang berkunjung kesana, kita harus memanfaatkan itu," sebutnya.

Roro Dumai sendiri telah sejak lama siap menampung para pengunjung yang berkunjung ke Riau. Namun menurut Fahmizal, wisatawan selalu disuguhkan alam Sumatera Barat padahal transit melalui Riau.

"Banyak travel agen yang langsung mengambil penumpang dari Roro, mengajaknya ke Sumbar. Padahal yang Riau juga memiliki banyak destinasi wisata menarik," ungkapnya.

Untuk itu, Fahmizal berharap melalui terbentuknya Roro Dumai Malaka akan meningkatkan kerjasama antar seluruh pihak sehingga kawasan destinasi wisata Riau jauh lebih baik kedepannya.

"Kerjasama yang baik akan melahirkan destinasi yang baik, bukan malah saling menyalahkan tapi saling menguatkan," ujar Fahmizal. (MCR/IP)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha