Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edwar Sanger mengaku prihatin dengan viralnya berita tentang penolakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terhadap bantuan petugas karhutla dari Pemprov DKI Jakarta.

Dikesankan seolah-olah Riau arogan dengan menolak mentah-mentah bantuan dari DKI itu. Padahal, kata Edwar, kronologisnya tidaklah seperti itu. 

Menurut Edwar, pihaknya ditelepon oleh BPBD DKI Jakarta terkait rencana bantuan petugas karhutla yang akan didatangkan ke Riau.

"Niat baik mereka tentu kita sambut dengan baik juga. Tapi tentu perlu kita bicarakan dulu di satgas kita," ungkap Edwar di Pekanbaru, Selasa (17/09).

Setelah dibahas di satgas, dengan melihat dan menimbang ketersediaan petugas karhutla yang saat ini sedang bekerja memadamkan titik api di berbagai kabupaten/kota di Riau, akhirnya diputuskan bahwa untuk saat ini Riau belum memerlukan.

"Sekarang petugas kita ada sekitar 6 ribu orang yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA dan petugas dari beberapa perusahaan swasta," jelasnya.

Dengan jumlah petugas yang sudah sangat banyak dan hotspot (titik api) yang sudah jauh berkurang, tentu lebih baik Pemprov DKI membantu provinsi lain yang saat ini hotspotnya jauh lebih banyak, seperti Jambi, Sumatera Selatan, atau daerah Kalimantan.

"Jadi kita bukan menolak mentah-mentah. Ini setelah kita bahas bersama Tim Satgas. Setelah itu saya sampaikan baik-baik kepada BPBD DKI bahwa untuk saat ini kami belum memerlukan," kata mantan Plt Walikota Pekanbaru itu.

Jika nanti Riau memerlukan, tentu dengan senang hati akan menyambut baik bantuan dari DKI itu.

"Jadi kami mohon masalah ini janganlah dipolitisasi," tutupnya penuh harap. (rls) 

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha