Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution meminta pada masyarakat untuk tidak sungkan dalam memanfaatkan rumah-rumah singgah dan posko kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah. Karena hal itu memang diperuntukkan bagi masyarakat, terutama yang merasakan gejala penyakit akibat kabut asap.

"Kita sudah sediakan rumah-rumah singgah dan posko-posko kesehatan. Untuk di Kota Pekanbaru saja sudah kita sediakan 18 unit posko, begitu juga yang disediakan oleh Kota Pekanbaru dengan jumlah 22 unit. Belum lagi di tiap Kabupaten/Kota yang ada. Tinggal lagi pada masyarakat untuk memanfaatkan, terutama jika ada gejala-gejala akibat asap," sebutnya, Rabu (18/9).

Disampaikan juga, di rumah-rumah singgah dan posko-posko kesehatan sudah disediakan berbagai fasilitas, baik obat dan paramedis. Masyarakat tidak dipungut biaya dalam penanganan yang dilakukan. Tinggal lagi pada masyarakat, mau memanfaatkan atau tidak. Fasilitas sudah disediakan.

"Ini terpulang pada masyarakat, yang jelas sudah kita siapkan dan sediakan. Namun kita mengimbau untuk dimanfaatkan. Begitu badan terasa sesak, lemas, muntah, pusing dan sebagainya untuk segera mendatangi posko kesehatan atau memanfaatkan rumah singgah untuk mendapatkan udara segar. Jangan sungkan dan takut, karena pelayanan yang diberikan gratis," tambah mantan Danrem WB ini. (MCR/Ch)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha