Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah memberikan dampak negatif bagi lingkungan terus mendapat sorotan. Beberapa langkah antisipasi dan penanganan terus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan.

Salah satu langkah antisipasi untuk ke depannya adalah dengan merancang regulasi untuk pencegahan Karhutla. Dalam implementasinya, Pemeritah Provinsi Riau akan membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang upaya pencegahan karhutla tersebut.

Wakil Gubenur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution menerangkan, persoalan karhutla memang perlu menjadi perhatian ekstra. Dengan dirancangnya regulasi tersebut diharapkan dapat mengeliminir dan mengantisipasi ancaman Karhutla di negeri ini.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam regulasi tersebut adalah tentang larangan terkait kegiatan aktivitas bercocok tanam pada objek lahan pasca terbakar. Pasanya, amasyarakat yang menanam pada objek lahan pasca terbakar, ada indikasi bahwa yang bersangkutan menjadi pelaku pembakar lahan tersebut.

“Kita akan terus mengantisipasi karhutla. Saya mencoba menyarankan ke Pak Gubernur dalam rangka antisipasi ke depan,” paparnya.

Poin ini juga menjadi sorotan, karena dampak jerebu telah menciptakan dampak negatif di berbagai sektor. Dengan rancangan tersebut diharapkan dapat terealisasi dan berperan positif mengeliminir karhutla di Riau.(MCR/mz)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha