Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, terkait penanggulan becana dampak kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), salah satunya berkomitmen dalam pelayanan di bidang kesehatan.

Dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), yang menjadi Posko Pelayanan Kesehatan Dampak Kabut Asap yang bekerjasama dengan pihak pemerintah yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dan Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi.

Pelayanan kesehatan dari pihak rumah sakit diberikan secara cuma-cuma atau gratis dengan tidak adanya biaya punggutan bagi warga yang terkena dampak kabut asap.

Dalam pengakuannya, Plt Direktur RSUD Petala Bumi Eka Yuliarti NINGSIH menjelaskan bahwa pihaknya memang sudah bekerja sama oleh pemerintah untuk memberikan pelayanan secara gratis bagi warga yang terdampak kabut asap. Bahkan RSUD Petala Bumi sudah membuka posko sejak awal Agustus.

“RSUD Petala bumi ini sudah menyiapkan posko kesehatan di rumah sakit petala bumi, jadi pasien-pasien yang korban dampak asap itu bisa datang ke posko kesehatan, baik itu melalui Unit Gawat Darurat (UGD) maupun lewat rawat jalan. Semuanya kita tanggulangi dengan tidak memunggut biaya apapun,” ungkap Eka, Jumat (20/9).

Dampak akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, tentunya sangat merugikan masyarakat terutama pada kesehatan dan aktivitas luar rumah menjadi sangat terbatas, dampak kesehatan yang dapat terganggu misalnya seperti merasakan pusing, mata perih akibat terkena asap, tenggorokan kering karna dehidrasi atau kondisi cuaca yang panas, bahkan dapat terserang infeksi paru-paru (ISPA).

"Tentu kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terlebih pada Bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia (lanjut usia), yang mana tingkat imunitasnya rentan dan perlu diperhatikan lebih," terangnya.

Di lain sisi, Direktur RSUD Arifin Achmad Nuzelly Husnedi saat ditemui menjelaskan bahwa RSUD Arifin Achmad sudah merupakan Rumah Sakit pusat rujukan dari setiap daerah Provinsi Riau.

Nuzelly mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyediakan posko dan mempersiapkan segala bentuk pelayanan kesehatan terkait masyarakat yang terkena dampak kabut asap.

“Setiap Rumah Sakit pasti membuka posko terkait kabut asap, jadi masyarakat bias dating ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan manapun, kita tidak memaksa masyarakat untuk kesini kerumah sakit pusat rujukan saja, jika tidak terjangkau jaraknya, yang jelas segera ditindak, diatasi, diobati jika sudah mulai terasa terganggu kesehatan ya akibat asap ini” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatanya masing-masing sejak awal, sebelum akhirnya membutuhkan penanganan dari tim medis. Karena dampak dari asap ini sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan.

"Perbanyak konsumsi Sayur, Buah, dan tidak lupa mengkonsumsi air putih agar tidak dehidrasi dan terus mengunakan masker," pesannya. (MCR /Afq) 

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha