Selasa, 14 Rabiul Akhir 1441 H | 10 Desember 2019

Info

SIAK - Komunitas Mangrove Biologi Riau (Kumangbiru) mengedukasi masyarakat terkait bahaya kabut asap yang sedang melanda Provinsi Riau.

Direktur Kumangbiru, Bobi Handoko, menyebutkan bahwa timnya melakukan edukasi kepada anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat lainnya untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan supaya tidak terpapar asap secara langsung.

"Selain edukasi untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, kita juga memberikan masker kepada masyarakat bekerjasama dengan Bujang Dara Pelalawan," katanya, Sabtu (21/9). 

Bobi juga mengatakan, Kumangbiru turut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahayanya membakar hutan dan lahan serta dampaknya bagi kesehatan masyarakat.

"Kita berikan gambaran bahwa asap itu mengandung jutaan molekul racun yang sangat membahayakan bagi tubuh baik dari segi fisiologi maupun psikologi," sebut Bobi.

Ia menambahkan, dampak dari kebakaran hutan ini merugikan semua pihak, baik dari segi ekonomi, pendidikan bahkan lebih parahnya mengancam kesehatan masyarakat.

Untuk itu, menurutnya, perlu adanya bimbingan kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan pembakaran hutan dan lahan.

"Ekonomi masyarakat lumpuh, kegiatan belajar mengajar diliburkan, masyarakat banyak terkena ISPA, makanya kita perlu mengajak masyarakat untuk stop bakar hutan dan lahan," ujarnya.

Bobi berharap, kabut asap yang terjadi di Riau segera teratasi. Selain itu, kedepannya pemerintah lebih memperhatikan dan bersinergi dengan beberapa pemangku kebijakan untuk menanggulangi kabut asap.

"Semoga kedepannya tidak terjadi lagi karhutla di Riau dan semoga pemerintah lebih sigap dalam menangani karhutla," tutupnya. (MCR/IP)

Berita Terkait