Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Kabut asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau mengakibatkan kegiatan belajar dan mengajar masih terhenti, Pemerintah daerah memutuskan memperpanjang libur sekolah sampai menunggu instruksi selanjutnya.

Apalagi Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status darurat pencemaran udara sampai 30 September mendatang, status tersebut berlaku untuk Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Dalam pers conference Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan "Mulai hari ini kita tetapkan status darurat pencemaran udara. Tolong pak Sekda suratnya disiapkan, nanti bisa langsung saya teken," di Posko Media Center Karhutla Riau, jalan Gajah Mada Pekanbaru, Senin (23/9/2019).

Oleh karnanya maka aktivitas sekolah selama penetapan status tersebut otomatis diliburkan, mengingat kualitas kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Riau berada pada angka 400 lebih.

"Iya sekolah diliburkan. Kalau kondisinya masih seperti ini sekolah diliburkan," tuturnya.

Syamsuar juga mengingatkan "status ini kita tingkatkan mengingat kesehatan masyarakat Riau saat ini, anak-anak dan ibu hamil, serta balita dan bayi untuk tidak berada di luar rumah, juga kualitas udara yang semakin memburuk di Riau," Ungkapnya.

Gubernur Riau juga berharap kepada perusahaan di Riau agar mendirikan posko evakuasi korban asap.

"Biasanya perusahaan ada ruangan aula, kami harap ruangan itu bisa digunakan untuk evakuasi korban asap" Ungkapnya.(MCR/AFQ)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha