Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019
ilustrasi

PEKANBARU - Legislator Riau dari Fraksi Gerindra Husni Thamrin menyebutkan untuk saat ini di wilayah Riau rata-rata kondisi udara sudah mulai cerah tidak ada kabut asap lagi. Namun korban dampak dari kabut asap yang terjadi sekitar dua pekan lalu tetap masih ada.

Untuk itu dirinya minta pada seluruh perusahaan yang ada baik yang bergerak di bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan dan lainnya untuk peduli terhadap kondisi yang terjadi. Pihak perusahaan diminta untuk memberi bantuan berupa vitamin, susu dan obat-obatan bagi korban asap terutama di wilayah kerjanya.

"Karena kalau ditunggu dana APBD, anggaran terbatas," sebutnya, Jumat (27/09).

Disampaikan lagi oleh Dapil Kabupaten Pelalawan-Siak ini, sehingga keberadaan dari perusahaan yang ada betul-betul betmanfaat. Terutama bagi masyarakat yang ada di sekitar wilayah kerjanya. Apalagi keberadaannya sudah puluhan tahun 'mengambil' potensi yang ada di wilayah Riau. 

"Berapalah harga susu kalau dibandingkan dari apa yang sudah 'diambil' oleh perusahaan selama ini," tambahnya. (MCR/Ch)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha