Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Kondisi udara di Provinsi Riau yang sudah mulai membaik menjadi sinyal positif dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini juga berhubungan dengan status darurat pencemaran udara yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu.

Sebagai tindaklanjut, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama stakeholder terkait dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi untuk status tersebut. Salah satu pertimbangan adalah kondisi udara yang dinilai masih dinamis.

Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Syah Harrofie mengatakan, kondisi udara di Riau terus memperlihatkan perkembangan positif. Kondisi ini didukung dengan sebagian besar wilayah diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir.

“Memang cuaca sudah mulai membaik. Nanti akan kita evaluasi untuk status darurat pencemaran udara, karena kondisi udara masih dinamis,” tuturnya, Junat (27/9).

Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan stakeholder terkait. Baik dari tim Satgas BPBD, BMKG, TNI/Polri dan pihak terkait. Hal ini menjadi perhatian, karena kondisi kabut asap di Provinsi Riau juga dipengaruhi dari produksi kabut asap dari provinsi tetangga yang berdekatan dengan Riau.

Diharapkan dengan langkah antisipasi dan curah hujan yang terus mengguyur dapat membebaskan Riau dari ancaman jerebu. Sehingga aktivitas masyarakat berjalan normal dan angka penderita ISPA dapat menurun. (MCR/mz) 

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha