Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau, merilis data bahwa jarak pandang di Kota Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB, Selasa (1/10/2019) pagi, hanya berkisar 100 meter karena terhalang kabut (fog).

Forecaster BMKG Stasiun Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo menjelaskan, kabut (fog) merupakan partikel basah atau uap air dengan kelembaban udara di atas 98 persen dan dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer.

"Fog ini biasanya muncul dikarenakan udara dingin yang berkondensasi dekat permukaan tanah pada dini hari hingga pagi," kata Ahmad Agus Widodo di Pekanbaru.

Umumnya, kata Ahmad, kabut (fog) ini terjadi saat banyak hujan atau curah hujan tinggi. Sebab saat hujan terjadi, partikel basah di atmosfer cukup banyak. Ini yang menyebabkan udara dingin berkondensasi dekat permukaan tanah. Namun, kondisi ini akan lekas berangsur-angsur membaik.

"Pukul 09.00 WIB, jarak pandang sudah membaik menjadi 4 kilometer," tuturnya. (Mcr/rat)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha