Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru memantau adanya asap bercampur kabut di udara, sehingga menyebabkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru kembali meningkat.

Prakirawan BMKG stasiun Pekanbaru, Mia Vadilla, menjelaskan bahwa terlihat dari kelembaban udara di Pekanbaru yang cukup tinggi, namun nilai PM10 masih berada pada level positif.

"Ada asap bercampur kabut kalau pagi hari, kelembaban nya cukup tinggi," ujar Mia, Selasa (1/10).

Dikatakannya bahwa pagi tadi untuk wilayah Riau terpantau blank area, di mana satelit pemantau titik panas tidak melintasi wilayah Riau. Meski demikian sebut Prakirawan BMKG Riau ini, bukan berarti tidak ada titik panas di Riau.

"Informasi akan kita update secara berkala, kalau sekarang belum ada, barangkali nanti ada. Bukan berarti tidak ada titik api di Riau," jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun PM10 menunjukkan kenaikan angka ISPU, namun kondisi udara di Riau masih tergolong aman.

"Tergantung konsentrasi partikel asapnya di udara, bisa dilihat langsung di PM10 sudah ada keterangannya," ucapnya. (MCR/IP)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha