Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Meski Provinsi Riau sudah diguyur hujan di beberapa hari belakangan ini, ternyata belum dapat memadamkan seluruh hotspot atau titik panas yang di sebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluruhnya.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, pada hari ini, Rabu (2/10/19) menemukan masih ada hotspot atau titik panas di Provinsi Riau. Selain itu diprediksi juga bahwa ada potensi hujan di Riau meski tidak merata.

Petugas Prakirawan BMKG stasiun Pekanbaru, Agus mengatakan bahwa hotspot di tingkat confidence 50 persen, Riau masih memiliki dua titik panas dan itu terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

"Nantinya hingga sore secara umum akan cerah berawan tetapi ada potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah provinsi Riau," terang Agus, Rabu (2/10).

Adapun wilayah yang memiliki potensi hujan, di antaranya wilayah Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil), Bengkalis dan Dumai. Sementara itu lanjut Agus untuk kondisi suhu udara sendiri tidak begitu terik, maksimal sekitar 32 derajat celcius, untuk kelembaban udara 55-100 persen.

"Untuk angin, nantinya akan berhembus dari Timur ke Tenggara kecepatannya di perkirakan sekitar 10-20 km jam. Kemudian untuk ketinggian gelombang perairan di Provinsi Riau umumnya berkisar antara 0,5 - 1,25 meter," tutupnya. (MCR/NV)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha