Kamis, 25 Rabiul Awwal 1441 H | 21 November 2019

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar berpesan agar petani tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Riau di hadapan ribuan petani se-Riau, pada Pembukaan Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVI Desa Bumi Mulya Kecamatan Logas Tanah Darat Kuantan Singingi, Riau, Minggu (6/10/2019).

"Saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau yang diperkirakan waktunya cukup panjang. Untuk itu, kepada seluruh anggota KTNA se Provinsi Riau agar mensosialisasikan pembukaan lahan tanpa membakar di daerahnya masing-masing," ujar Gubri.

Komitmen mencegah kebakaran lahan ini kata Gubri, merupakan komitmen bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun menjadi komitmen seluruh masyarakat Riau.

"Makanya saya sudah pesan kepada Bapak Kapolda, untuk lahan yang terbakar, agar di police line nanti kalo ada yg menanam berarti dia yang membakar," tegas Gubri.

Terkait pembukaan lahan ini, pemerintah Provinsi Riau memberikan solusi dengan menggunakan ekskavator. Saat ini diusulkan sejumlah eskavator dengan Pemerintah pusat.

"Kita telah mengusulkan bantuan eskavator untuk pengolahan lahan. Tidak hanya melarang membakar, namun kita menawarkan solusi," ujar Gubri.

PEDA KTNA XVI dihadiri Bupati Kuantan Singingi Mursini, Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan, Ketua KTNA pusat Winarno Tohir, KTNA Provinsi Riau Suratno dan sejumlah pejabat tinggi pratama Provinsi Riau dan Kabupaten Kuansing.

Usai membuka acara, Gubri menyerahkan plakat kepada para pemenang Lomba Penilaian, Penyuluh Pertanian Teladan, Petani Berprestasi, Gabungan Kelompok Tani Berprestasi dan Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi di tingkat Provinsi Riau Tahun 2019.

Dilanjutkan dengan meninjau, stand-stand Kabupaten, Melihat langsung sapi dan kerbau bunting (Upsus Siwab) dan mengunjungi kebun labu yang dikembangkan menjadi agrowisata. (Mcr/rat)

Berita Terkait