Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Sejumlah warga Provinsi Jambi terlihat mengungsi dan meninggalkan rumah mereka di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi akibat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah Jambi, Senin (7/10/2019).

Warga dari Jambi itu diketahui berjumlah belasan orang yang terdiri dari 3 KK telah berjalan sampai ke daerah Bukit Barisan Kota Pekanbaru karena hutan yang selama ini untuk mencari nafkah telah terbakar, ketika didatangi hanya sebagian yang mau keluar terutama anak anak, sedangkan yang dewasa tidak mau keluar walaupun dipanggil ketua rombongannya.

Melihat kejadian itu warga setempat menyapa dan memberikan perhatian kepada mereka, serta memberikan beberapa makanan kepada mereka.

Salah satu warga yaitu Pengurus Masjid Raudhatus Sholihin, Jalan Bukit Barisan No 7 Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Tenayan Raya, Fachri Biran yang berdialog dengan mereka mengatakan bahwa mereka sebelumnya telah disediakan rumah oleh Pemprov Jambi tetapi mereka tidak ada lahan untuk mencari makan, makanya mereka mencari makan berkeliaran.

"Mereka mengatakan tempat tinggalnya selama ini telah di ambil oleh perusahaan. Mereka pun dijanjikan akan diberikan lahan oleh perusahaan, tapi sampai sekarang tidak ada," terang Fachri.

Adapun saat ditanya ke mana arah tujuan warga Jambi tersebut, mereka mengatakan hanya akan berjalan ke arah selatan untuk mencari kehidupan yang layak karena tidak ada tempat keluarga yang bisa dikunjungi. (MCR/Afq)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha